Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Pacu Pemenuhan Hak Anak Agar Kabupaten Probolinggo Naik Peringkat Layak Anak Kategori Nindya

Agus Faiz Musleh • Jumat, 28 November 2025 | 18:00 WIB

 

ILUSTRASI
ILUSTRASI

KRAKSAAN, Radar Bromo – Setelah resmi meraih predikat Kabupaten Layak Anak (KLA) Kategori Madya Tahun 2025, Pemkab Probolinggo menargetkan capaian yang lebih tinggi, yakni kategori Nindya.

Langkah percepatan pemenuhan hak anak terus dipersiapkan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan KB (DP3AP2KB).

Kepala DP3AP2KB  A’at Kardono, menjelaskan bahwa capaian KLA Madya merupakan bukti bahwa daerah telah cukup baik dalam pemenuhan hak anak.  

“Madya itu artinya kita sudah memiliki komitmen dan sistem yang relatif matang dalam kebijakan KLA, tetapi memang belum maksimal. Skor Madya ada di angka 601–700, dan Kabupaten Probolinggo berada pada skor 604,57,” ungkapnya.

Menurut A’at, capaian ini menjadi pijakan penting untuk bergerak menuju kategori Nindya, yang berada pada skor 701-800.

“Untuk bisa naik ke Nindya, daerah harus menunjukkan upaya yang lebih besar, memenuhi lebih banyak indikator, dan punya pencapaian yang lebih kuat dalam perlindungan serta pemenuhan hak anak,” jelasnya.

A’at memaparkan empat langkah utama yang saat ini tengah digenjot oleh Pemkab Probolinggo untuk mengejar target Nindya. Pertama Pemantapan Komitmen Gugus Tugas KLA.

“Gugus Tugas KLA harus makin solid. Komitmen ini penting agar semua OPD bergerak searah. Tanpa komitmen bersama, peningkatan skor tidak mungkin tercapai,” tegas A’at.

Lalu peningkatan berbagai indikator layanan ramah anak, mulai dari sekolah ramah anak (SRA), pesantren ramah anak, puskesmas ramah anak hingga penguatan forum anak dari tingkat desa hingga kecamatan.

“Semua indikator tersebut kami tingkatkan. Anak harus mendapatkan ruang aman dan nyaman baik di sekolah, pesantren, layanan kesehatan, maupun lingkungan masyarakat,” ujarnya.

Penguatan data berbasis simfoni perlindungan perempuan dan anak (PPA), data yang akurat menjadi kunci penilaian KLA. “Karena itu, penguatan data berbasis Simfoni harus benar-benar valid dan ter-update. Ini juga bagian dari penilaian menuju Nindya,” terang A’at.

Advokasi Masuknya Komitmen KLA dalam RPJM. A’at menegaskan bahwa komitmen kepala daerah sangat diperlukan, terutama dalam dukungan kebijakan dan anggaran.

“Kami melakukan advokasi agar komitmen perlindungan anak masuk dalam RPJMD. Dengan begitu, dukungan anggarannya jelas dan berkelanjutan,” paparnya.

Sebelumnya, Pemkab Probolinggo berhasil meraih penghargaan KLA Kategori Madya Tahun 2025 dari Kementerian PPPA RI. Penghargaan tersebut diterima oleh Staf Ahli Bupati Probolinggo Bidang Ekonomi dan Keuangan, Agus Mukson, dalam acara yang digelar di Aria Centra Surabaya, Jumat (21/11).

Menurut A’at, penghargaan ini bukan akhir, tetapi awal untuk peningkatan yang lebih besar.

“Kami bersyukur atas capaian Madya, tetapi target kami jelas: Nindya. Karena semakin tinggi capaian KLA, semakin besar perlindungan yang diberikan kepada anak-anak kita,” tegasnya. (mu/fun)

 

Editor : Abdul Wahid
#pemkab probolinggo #kla #kabupaten layak anak