Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Antisipasi African Horse Sickness, Ambil 136 Sampel Kuda di Sembilan Kecamatan Kabupaten Probolinggo

Agus Faiz Musleh • Kamis, 27 November 2025 | 18:00 WIB
BAGIAN PENCEGAHAN: Tim Balai Besar Veteriner Wates mengambil sampel darah dari kuda di lautan pasir Gunung Bromo.
BAGIAN PENCEGAHAN: Tim Balai Besar Veteriner Wates mengambil sampel darah dari kuda di lautan pasir Gunung Bromo.

KRAKSAAN, Radar Bromo - Upaya memperkuat benteng kesehatan hewan di Kabupaten Probolinggo kembali digencarkan.

Belum lama ini Dinas Pertanian (Diperta) bersama Balai Besar Veteriner (BBVet) Wates turun langsung ke lapangan untuk mengambil sampel serum dan darah kuda sebagai langkah deteksi dini penyakit African Horse Sickness (AHS).

Upaya ini berlangsung maraton di sembilan kecamatan yang menjadi kantong populasi kuda: Banyuanyar, Sukapura, Tiris, Lumbang, Maron, Kraksaan, Bantaran, Dringu, dan Krejengan.

Total 136 sampel terkumpul dalam kegiatan yang melibatkan dua tim BBVet Wates dipimpin drh. Basuki, dengan dukungan penuh tenaga veterinari dari Diperta Probolinggo.

Koordinator Tim BBVet Wates, Basuki, berterima kasih atas kesiapan daerah dalam mendukung surveilans kesehatan kuda.

“Terima kasih kepada Dinas Pertanian yang telah memberikan fasilitas sehingga pengambilan sampel serum dan darah kuda untuk pemeriksaan AHS dapat terlaksana dengan baik,” ujarnya.

Kepala Diperta Probolinggo Arif Kurniadi menegaskan bahwa daerahnya berkomitmen memperkokoh layanan surveilans penyakit hewan, terutama karena Probolinggo berada pada jalur penting pergerakan ternak.

“Kabupaten Probolinggo akan selalu membantu dan memfasilitasi BBVet Wates terkait surveilans apapun, termasuk AHS. Wilayah kami berada di jalur lalu lintas hewan sehingga sangat strategis sebagai lokasi pengambilan sampel,” jelasnya.

Kepala Bidang Keswan–Kesmavet Diperta, drh. Nikolas Nuryulianto, menambahkan, pengambilan sampel sangat vital mengingat peran penting kuda dalam ekonomi wisata. Terutama di kawasan Sukapura dan wilayah penunjang Gunung Bromo.

“Di Probolinggo, kuda menjadi sarana transportasi wisatawan. Pengambilan sampel ini bertujuan mendeteksi dini AHS agar penyebarannya bisa dicegah,” ungkap Niko.

Ia menekankan, meski AHS bukan penyakit zoonosis, dampaknya dapat menghantam ekonomi masyarakat.

“Jika kuda sakit karena AHS, pendapatan penyedia jasa transportasi wisata otomatis menurun. Karena itu deteksi dini sangat penting,” tegasnya.

Niko berharap kegiatan seperti ini tidak berhenti di tahun berjalan. “Harapan kami kegiatan ini terus dilakukan.

Tahun depan atau dua tahun lagi tetap ada pengambilan sampel supaya pelayanan kuda untuk wisatawan tetap optimal. Kesehatan kuda harus terus dijaga,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Diperta juga memberikan imbauan kepada pemilik kuda agar lebih bijak dalam merawat hewan peliharaannya.

“Kami minta pemilik kuda tidak melakukan penyuntikan vitamin sendiri. Kalau mau pakai vitamin herbal atau racikan sendiri silakan, tapi vitamin tertentu tetap harus berkoordinasi dengan Diperta,” pesannya.

Menurut Niko, Probolinggo merupakan salah satu wilayah kerja BBVet Wates, sehingga kegiatan pengambilan sampel kuda juga dilakukan di berbagai daerah lain yang memiliki populasi serupa.

“Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat sistem pengawasan kesehatan kuda, menjaga keberlanjutan usaha penyedia jasa wisata berbasis kuda, serta mendukung kenyamanan dan keselamatan wisatawan,” pungkasnya. (mu/fun)

Editor : Abdul Wahid
#bromo #kuda