BESUK, Radar Bromo-Kebakaran kembali terjadi di wilayah Kabupaten Probolinggo, Kamis (20/11) pagi.
Kali ini sebuah kandang ayam di Dusun Slamet, Desa Klampokan, Kecamatan Besuk yang terbakar.
Api meludeskan bangunan dan membuat belasan ribu day old chick (DOC) atau bibit ayam potong hangus terpanggang. Akibatnya pemilik mengalami kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.
Kandang ayam ini diketahui milik Abdul Komar, 40, warga Desa Binor, Kecamatan Paiton. Kandang ini memiliki ukuran panjang 27 meter dengan lebar 12 meter yang terdiri dari 3 lantai.
Meski konstruksi rangka besi, namun alas pembatas bangunan masing-masing lantai dan dindingnya mayoritas masih berupa kayu. Sementara permukaan lantai berupa sekam.
Di masing-masing lantai berisi 4.000 ekor bibit ayam. Sehingga jumlah keseluruhan populasi DOC dalam kandang sebanyak 12.000 ekor.
Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo, insiden kebakaran ini terjadi sekitar pukul 07.15.
Saat itu terdapat dua penjaga kandang sedang mengawasi anakan ayam yang masih belum sampai sehari ditempatkan dalam kandang.
Setelah memastikan kondisi kandang baik-baik saja kemudian dua penjaga kandang yakni Sholehuddin dan Hosen ini keluar mengecek kandang lainnya yang ada di sisi sebelah selatan berjarak sekitar 15 meteran.
“Sebelumnya ada empat orang yang jaga kandang. Tapi dua orang anak kandang lainnya sedang pulang. Jadi hanya tersisa dua penjaga kandang,” kata Sholehuddin, 38, saat ditemui di lokasi kejadian.
Saat sedang asyik mengecek kandang, tiba-tiba terlihat kobaran api dari bagian tengah kandang sisi sebelah utara.
Melihat hal itu dua penjaga ini langsung berlari mengambil APAR yang ada di kandang. Lalu bahu-membahu melakukan pemadaman. Sayangnya benda yang ada dalam kandang mudah terbakar sehingga api mudah membesar.
“Ada api kemungkinan karena korsleting listrik. Saat api berkobar kami sudah memadamkan api dengan APAR (Alat Pemadam Api Ringan, Red) tapi gak nutut. Api dengan cepat merembet kemudian membakar kandang,” terangnya.
Api dengan cepat membesar hingga kemudian penjaga kandang menghubungi pemadam kebakaran. Setelah mengetahui titik pasti kejadian kebakaran, petugas langsung mendatangi lokasi kejadian.
Tak tanggung-tanggung 2 unit kendaraan diturunkan ke lokasi kejadian untuk mempercepat pemadaman api yakni fire truck berkapasitas 3.500 liter air dan mobil supply berkapasitas 3.000 liter air.
“Kami mendapatkan laporan sekitar pukul 08.26. Setelah mengetahui lokasi, petugas dan kendaraan pemadam langsung mendatangi tempat kejadian kebakaran,” kata Komandan Regu D Pos Damkar Unit Kraksaan Priyo Yulianto.
Sesampainya di lokasi api berkobar cukup besar. Petugas langsung melakukan upaya pemadaman kandang ayam dengan menyemprot sumber api dengan air. Objek kebakaran yang mudah terbakar membuat petugas harus bekerja lebih ekstra untuk memadamkan api.
Perlahan petugas memadamkan api hingga api mengecil dan padam. Namun demikian petugas kemudian masih melakukan upaya pendinginan di area objek kebakaran. Upaya ini dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran susulan dari bara api yang masih tersisa. Petugas membutuhkan waktu 2,5 jam untuk memadamkan dan mendinginkan api.
“Seluruh kandang beserta isinya ludes terbakar. Hanya ada 5 ekor DOC yang selamat. Atas kejadian ini pemilik mengalami kerugian ditaksir mencapai 350 juta rupiah,” terangnya. (ar/fun)
Editor : Fandi Armanto