Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Minta Petani Waspada Wereng-Jamur selama Cuaca Ekstrem di Musim Hujan

Agus Faiz Musleh • Kamis, 20 November 2025 | 16:45 WIB
PERLU PERAWATAN: Petani di wilayah Pakuniran menggarap lahan sawahnya saat pagi hari. Selama musim hujan, petani diharapkan lebih waspada akan penyakit yang bisa menyerang tanaman.
PERLU PERAWATAN: Petani di wilayah Pakuniran menggarap lahan sawahnya saat pagi hari. Selama musim hujan, petani diharapkan lebih waspada akan penyakit yang bisa menyerang tanaman.

KRAKSAAN, Radar Bromo - Cuaca ekstrem yang melanda beberapa wilayah di Kabupaten Probolinggo belakangan ini membuat kondisi pertanian, khususnya tanaman padi, berada dalam situasi rawan. Selain ancaman bencana banjir, tanaman rentan akan penyakit.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Probolinggo, Arief Kurniadi, mengingatkan para petani untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap serangan hama dan penyakit tanaman.

Kata Arief, dua ancaman utama yang perlu diwaspadai saat curah hujan tidak menentu adalah wereng coklat dan jamur yang mudah berkembang pada kondisi lembap.

“Saat cuaca ekstrem seperti sekarang, potensi serangan wereng coklat dan penyakit jamur pada padi meningkat tajam. Petani harus lebih waspada,” ujar Arief Kurniadi.

Arief bilang bahwa langkah pencegahan bisa dilakukan sejak dini. Penggunaan insektisida secara terukur dapat mencegah serangan wereng, sementara fungisida atau obat jamur diperlukan untuk menghambat pertumbuhan penyakit jamur pada batang maupun daun padi.

“Pencegahannya bisa dengan penyemprotan insektisida untuk wereng dan penggunaan obat jamur. Jangan menunggu tanaman rusak dulu baru bertindak,” tegasnya.

Ia menambahkan, pemantauan rutin oleh petani sangat penting untuk mengetahui perkembangan hama sejak awal. Sehingga tindakan dapat dilakukan lebih cepat dan efektif.

Selain serangan hama, Arief juga mengingatkan adanya potensi banjir pada lahan pertanian yang berada dekat aliran sungai. Kondisi curah hujan yang tinggi membuat beberapa titik rawan mengalami limpasan air.

“Wilayah lahan pertanian yang berada di dekat sungai sangat rawan banjir. Ini sudah menjadi atensi pemerintah provinsi,” jelas Arief.

Menurutnya, koordinasi antara pemerintah daerah dan provinsi terus dilakukan untuk mengantisipasi kerusakan lahan dan kehilangan hasil panen akibat banjir mendadak.

Arief berharap para petani tetap waspada, rajin memantau kondisi tanaman, serta cepat berkoordinasi dengan penyuluh pertanian apabila menemukan gejala serangan hama atau potensi banjir.

“Kami minta petani terus berkomunikasi dengan penyuluh. Pemerintah siap mendampingi agar produksi pertanian tetap aman meski dalam kondisi cuaca ekstrem,” pungkasnya. (mu/fun)

Editor : Fahreza Nuraga
#jamur #hama #pertanian #Wereng #coklat