KRAKSAAN, Radar Bromo - Cuaca ekstrem belakangan ini berdampak pada stabilitas pasokan listrik di wilayah kerja PLN ULP Kraksaan.
Dalam beberapa hari terakhir, sejumlah gangguan tercatat terjadi akibat pohon tumbang dan aktivitas hewan liar yang menyentuh jaringan listrik.
Manajer Unit Layanan Pelanggan (ULP) PLN Kraksaan, Hans Tua Michele Sinaga, mengatakan, pihaknya kini menggencarkan patroli lapangan.
Selain itu intens melakukan pemangkasan pohon di sekitar jaringan listrik. Langkah itu diambil untuk mencegah gangguan serupa terus berulang.
“Beberapa hari terakhir memang ada pohon yang tumbang ke jaringan, bahkan tadi pagi juga ada kejadian serupa. Kami terus melakukan pemangkasan di area yang berisiko tinggi,” ujar Hans kepada Jawa Pos Radar Bromo, Minggu (9/11).
Namun, upaya tersebut tidak sepenuhnya mudah dilakukan. Beberapa pohon yang berpotensi mengganggu jaringan berada di lahan milik warga, sehingga membutuhkan izin pemilik sebelum dilakukan pemangkasan.
“Ada pohon-pohon milik masyarakat yang tidak bisa kami tebang begitu saja. Jenis sengon, misalnya, beberapa kali roboh ke jaringan dan menyebabkan padam listrik,” jelasnya.
Untuk memperkuat langkah pencegahan, PLN telah menurunkan tim patroli khusus di seluruh wilayah layanan yang mencakup 13 kecamatan. Mulai dari Paiton hingga Gending.
“Kami sudah siagakan beberapa regu di lapangan. Satu regu bertugas di Paiton, satu di Tiris, dan beberapa lainnya tersebar di wilayah rawan gangguan,” tambah Hans.
Meski demikian, hingga saat ini belum ditemukan adanya kerusakan berat pada tiang listrik atau infrastruktur utama lainnya. Gangguan yang terjadi umumnya bersifat lokal dan bisa segera ditangani.
Selain pohon tumbang, faktor lain yang kerap menyebabkan gangguan adalah hewan liar.
“Beberapa waktu lalu di wilayah Paiton ada seekor monyet yang memanjat jaringan kami dan mengakibatkan gangguan sesaat,” ungkap Hans.
Pihak PLN memastikan, langkah-langkah preventif terus dilakukan agar pasokan listrik tetap aman di tengah cuaca ekstrem.
Masyarakat juga diimbau untuk waspada dan melapor apabila melihat potensi bahaya di sekitar jaringan listrik, seperti dahan pohon yang terlalu dekat atau aktivitas hewan yang berisiko.
“Kami harap kerja sama masyarakat dalam menjaga keamanan jaringan, karena listrik adalah kebutuhan bersama,” pungkas Hans. (mu/fun)
Editor : Abdul Wahid