PAJARAKAN, Radar Bromo - Jembatan Pajarakan rusak lagi! Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Provinsi Jawa Timur-Bali mulai membenahi sejak Rabu (5/11).
Perbaikan kali ini membongkar spot permukaan karena terjadi keretakan pelat lantai jembatan.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) BBPJN Jatim Bali Wahyu Wibowo mengatakan, perbaikan jembatan ini dilakukan setelah petugas melakukan mengecek kondisi fisik jembatan.
Ditemukan ada kerusakan bagian permukaan jembatan.
“Ada keretakan pelat lantai dan perlu dilakukan penggalian. Saat ini telah dilakukan proses perbaikan,” katanya saat dikonfirmasi.
Wibowo menjelaskan, perbaikan yang dilakukan masih termasuk pemeliharaan fisik jembatan.
Dalam pelaksanaannya pemeliharaan ini ada dua lapisan yang akan dibongkar mulai dari aspal yang merupakan lapisan permukaan jembatan. Lalu beton yang ada di lapisan kedua sampai ke lapisan pelat.
“Kerusakan yang terjadi saat ini tidak menyeluruh hanya spot-spot saja. Ada 3 spot yang jadi fokus perbaikan. Walaupun hanya spot tetapi jika tidak segera diperbaiki akan mempengaruhi struktur jembatan,” terangnya.
Sebelumnya jembatan pajarakan pada bagian sisi utara sebelah timur mengalami kerusakan Minggu (13/4) lalu.
Kerusakan terjadi lantaran bagian beton dan pelat deck patah sehingga perlu dilakukan perbaikan, namun titik kerusakan berbeda.
Rusaknya jembatan ini diduga karena termakan cuaca dan waktu pasalnya usia jembatan sudah tua.
Pembangunan jembatan dilakukan pada tahun 1991. Sementara itu jembatan merupakan akses penting di jalur Pantura penghubung pulau Jawa dan Bali.
Setelah penggunaan jalan yang lama. Jembatan tidak kokoh lagi menopang kendaraan khususnya kendaraan yang muatan berat atau bertonase tinggi. Sehingga mengalami kerusakan dan memerlukan pemeliharaan.
“Pengerjaan sudah dilakukan mulai semalam (selasa malam, Red). Kami upayakan selesai secepatnya,” tandasnya.
Perbaikan jembatan Pajarakan menjadi atensi Polres Probolinggo. Karenanya untuk mengantisipasi terjadinya kemacetan selama proses perbaikan petugas bersiaga dan melakukan pengalihan arus lalu lintas.
Jembatan Pajarakan merupakan akses utama pengguna jalan di jalur Pantura. Perbaikan jembatan yang dilakukan khususnya pada jam rawan kemacetan pada pagi dan sore hari dapat menimbulkan kemacetan yang cukup panjang.
Untuk mengantisipasi hal itu petugas melakukan rekayasa lalu lintas. Sehingga arus lalu lintas tetap jalan.
“Pengerjaan jembatan rencananya dilakukan mulai selasa sampai Kamis (4-6/11). Tentunya ada rekayasa lalu lintas agar tidak terjadi macet,” kata Kasatlantas Polres Probolinggo AKP Safiq Jundhira Zulkarnaen.
Selama proses perbaikan jembatan berlangsung akan diberlakukan sistem buka tutup arus lalu lintas.
Dan satu lajur jalan yang kondisinya baik dan tidak diperbaiki masih bisa dilalui kendaraan. Sehingga kendaraan bisa tetap melintas.
Tingginya volume kendaraan yang melintas juga telah dibaca oleh Satlantas Polres Probolinggo.
Karena itulah jalan alternatif juga telah disediakan untuk mengurangi potensi kemacetan. Khususnya saat jam rawan macet pagi dan sore hari.
Pengguna jalan baik roda dua maupun roda empat bisa melewati simpang 3 semampir ke utara.
Kemudian menuju jembatan Desa Sentong tembus Desa Krejengan lalu ke arah Desa Condong. Setelah melewati ruas jalan tersebut pengendara keluar di simpang 3 Pajarakan.
“Agar cepat selesai pengerjaan perbaikan jalan dilakukan nonstop tanpa jeda. Sehingga cepat selesai dan arus lalu lintas kembali normal,” pungkasnya. (ar/fun)
Editor : Abdul Wahid