Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Desa Temenggungan Krejengan Sukses Kembangkan Peternakan Ayam Petelur, Perkuat Ketahanan Pangan Desa

Didik Purwanto • Selasa, 4 November 2025 | 20:25 WIB

 

 

KETAHANAN PANGAN: Kepala Desa Temanggungan, Moch Iqbal Ali Warsa (Baju Keki) bersama Pendamping Lokal dan Ketua BUMDes Makmur, Misbahus Sudur, saat mengecek kondisi kandang ayam petelur.
KETAHANAN PANGAN: Kepala Desa Temanggungan, Moch Iqbal Ali Warsa (Baju Keki) bersama Pendamping Lokal dan Ketua BUMDes Makmur, Misbahus Sudur, saat mengecek kondisi kandang ayam petelur.

KREJENGAN, Radar Bromo –Langkah strategis dibuat Pemerintah Desa Temenggungan, Kecamatan Krejengan, Kabupaten Probolinggo, dalam mengawal program pemerintah di bidang ketahanan pangan.

Pada 2025, desa ini fokus mengembangkan sektor peternakan ayam petelur sebagai salah satu program unggulan. Program ini dinilai mampu menopang kebutuhan pangan sekaligus memperkuat ekonomi desa.

Kepala Desa Temenggungan, Moch Iqbal Ali Warsa menjelaskan bahwa pihaknya telah mengalokasikan 20 persen Dana Desa tahun 2025 untuk mendukung pengembangan peternakan ayam petelur.

Menurutnya, keputusan ini didasari oleh meningkatnya kebutuhan telur di wilayah setempat, terutama karena letak Desa Temenggungan yang berdekatan dengan Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong.

“Program ketahanan pangan di Desa Temenggungan tahun 2025 kami alokasikan sebesar 20 persen dari Dana Desa untuk peternakan ayam petelur. Kami melihat peluang besar karena kebutuhan telur terus meningkat. Apalagi, kami bersebelahan dengan Ponpes Zainul Hasan Genggong yang juga melaksanakan program SPPG untuk MBG,” ujarnya.

Iqbal menambahkan, dengan pembangunan kandang ayam petelur, Hasilnya kini sudah terlihat.

Pada November ini, kandang ayam yang dikelola BUMDes Makmur sudah mampu memproduksi sekitar dua peti telur ayam setiap hari.

Hasil produksi tersebut tidak hanya dipasarkan di sekitar desa, tetapi juga disuplai untuk kebutuhan dapur MBG di Ponpes Zainul Hasan Genggong.

“Kami berharap ada sinergi yang lebih baik serta perhatian dari pemerintah, khususnya dalam bentuk bantuan keuangan untuk mendukung progres kegiatan ini. Dengan begitu, kami bisa menghasilkan telur berkualitas dan memenuhi kebutuhan pasar,” terangnya.

Alhamdulillah, saat ini BUMDes kami sudah mendapatkan PAD sendiri dan mampu mengatur sistem keuangannya secara mandiri,” imbuh Iqbal.

KOMPAK: Kepala Desa Temanggungan, Moch Iqbal Ali Warsa (Baju Keki) bersama pengurus BUMDes Makmur Desa Temanggungan.
KOMPAK: Kepala Desa Temanggungan, Moch Iqbal Ali Warsa (Baju Keki) bersama pengurus BUMDes Makmur Desa Temanggungan.

Sementara itu, Ketua BUMDes Makmur, Misbahus Sudur, menyebutkan bahwa saat ini peternakan tersebut memelihara 500 ekor ayam petelur dengan kapasitas produksi rata-rata 300 butir telur per hari. Dana yang digunakan untuk mengembangkan usaha ini bersumber dari 20 persen Dana Desa atau sebesar Rp183 juta.

Menurutnya, keberadaan peternakan ayam petelur ini memberikan banyak manfaat bagi masyarakat. Selain meningkatkan akses terhadap sumber protein yang lebih baik, juga berpotensi menjadi penggerak ekonomi desa.

“Ternak ayam petelur bisa meningkatkan pendapatan desa sekaligus memperbaiki infrastruktur. Harapannya, program ini bisa menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Pendamping Lokal Desa, Saiful Haq,  menilai inisiatif ini dapat memberikan efek ganda bagi masyarakat.

Menurutnya, peternakan ayam petelur berpotensi meningkatkan kesejahteraan, membuka lapangan kerja, serta menjaga ketersediaan telur di tingkat lokal.

“Dengan adanya peternakan ayam petelur ini, diharapkan produksi telur dapat terus meningkat. Selain memenuhi kebutuhan masyarakat, juga dapat menciptakan lapangan kerja baru di desa sehingga mengurangi pengangguran,” ujarnya.

Program ketahanan pangan melalui peternakan ayam petelur di Desa Temenggungan menjadi bukti nyata bahwa pemanfaatan dana desa dapat diarahkan secara produktif dan berkelanjutan. Melalui kolaborasi pemerintah desa, BUMDes, dan masyarakat, Temanggungan kini menapaki jalan kemandirian ekonomi dari kandang ayam petelur yang terus memberi hasil setiap hari. (dik/mie)

Editor : Muhammad Fahmi
#ayam #Krejengan #peternakan #probolinggo