PAJARAKAN, Radar Bromo - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Probolinggo melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) pada dua Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah hukumnya.
Hasilnya, sidak yang digelar Sabtu (1/11) lalu memastikan, tidak ditemukan adanya indikasi air atau kontaminasi dalam bahan bakar Pertalite.
Sidak dilakukan kepolisian sebagai tindak lanjut laporan masyarakat dan ramainya pemberitaan di media sosial bahwa ada dugaan bahan bakar jenis Pertalite yang ada di SPBU tercampur air.
Ini kemudian berdampak pada motor yang mbrebet bahkan menyebabkan motor mogok dan harus diservis.
Karenanya petugas kemudian melakukan pengecekan langsung pada SPBU secara sampling di wilayah hukumnya.
“Pengecekan langsung Pertalite di lapangan kami lakukan sebagai tindak lanjut keluhan masyarakat,” kata Kasat Reskrim AKP Putra Adi Fajar Winarsa.
Tim Satreskrim turun ke lapangan melakukan pemeriksaan langsung ke SPBU Gending dan SPBU Semampir Kraksaan.
Petugas menggunakan pasta pendeteksi air (water-finding paste) untuk memastikan ada tidaknya kandungan air dalam bahan bakar.
Pengecekan juga dilakukan pada dispenser bahan bakar yang digunakan konsumen dan di tandon penyimpanan utama di masing-masing SPBU.
Hasilnya, tidak ditemukan adanya indikasi air atau kontaminasi dalam bahan bakar Pertalite di kedua SPBU tersebut.
“Uji lapangan menunjukkan bahan bakar dalam kondisi normal dan layak pakai,” ujarnya.
Putra mengatakan bahwa SPBU Gending dan SPBU Semampir dinyatakan bersih dari dugaan pencampuran air ke dalam bahan bakar.
Tidak ditemukan adanya kandungan air dalam Pertalite. Kedua SPBU beroperasi sesuai standar, tidak ada pelanggaran.
Meski hasil pemeriksaan menunjukkan kondisi aman, Polres Probolinggo menegaskan pengawasan tetap diperketat.
“Tim penyelidik akan terus memantau dan melakukan sidak berkala ke SPBU lain di wilayah hukum Polres Probolinggo. Ini dilakukan untuk memastikan kualitas bahan bakar terjaga dan tidak merugikan masyarakat,” pungkasnya. (ar/fun)
Editor : Abdul Wahid