Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

BPBD di Probolinggo Siagakan Tim Reaksi Cepat Selama Mewaspadai Angin Kencang

Achmad Arianto • Jumat, 24 Oktober 2025 | 16:00 WIB

 

KENA ATAP: Warga dan personel BPBD membenahi atap rumah warga yang rusak karena tertimpa pohon petai yang tumbang usai diterpa hujan lebat di Desa Negororejo, Kecamatan
KENA ATAP: Warga dan personel BPBD membenahi atap rumah warga yang rusak karena tertimpa pohon petai yang tumbang usai diterpa hujan lebat di Desa Negororejo, Kecamatan

KRAKSAAN, Radar Bromo-Potensi cuaca ekstrem yang masih dapat terjadi di Kabupaten Probolinggo membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kini waspada.

BPBD masih memantau tiga wilayah yang pernah terjadi dan masih berpotensi terjadi bencana cuaca ekstrem dan angin kencang.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Zubaidullah mengatakan, saat ini sejatinya masih masuk musim kemarau.

Namun beberapa wilayah rupanya telah turun hujan. Cuaca yang tak menentu ini kemudian memicu terjadinya terjadinya cuaca ekstrem dan angin kencang.

“Anomali cuaca berpotensi terjadi cuaca ekstrem dan angin kencang. Ini perlu disikapi dengan baik. Melakukan mitigasi agar dampak yang terjadi bisa diminimalisir,” katanya.

Selama Oktober setidaknya cuaca ekstrem dan angin kencang telah terjadi di 3 wilayah. Diantaranya adalah wilayah Kecamatan Tiris, Lumbang dan Krejengan. Bencana tersebut mengakibatkan rumah dan bangunan lainnya rusak. Dengan tingkat kerusakan ringan hingga sedang.

Petugas yang mendapatkan laporan tersebut langsung melakukan asesmen pada wilayah terdampak. Kemudian melakukan evakuasi dan pemotongan pohon jika ada pohon yang tumbang. Selain itu petugas juga memberikan bantuan logistik kebencanaan pada keluarga terdampak bencana.

“Apabila kami mendapatkan laporan. Maka segera kami asesmen. Harapannya bisa segera tertangani dengan baik,” ucapnya.

Zubaidullah menambahkan sejauh ini petugas masih melakukan pemantauan dan menyiagakan Tim Reaksi Cepat (TRC) di wilayah potensi bencana cuaca ekstrem dan angin kencang. Harapannya saat bencana terjadi maka penanganan dapat dilakukan dengan cepat. Hal ini dapat meminimalisir hal-hal yang tidak diinginkan.

Masyarakat diminta saat kondisi hujan deras dan angin kencang maka carilah tempat aman. Tidak berlindung dibawah pohon besar serta segera melaporkan jika mengetahui atau mengalami bencana. Sehingga penanganan dapat dilakukan dengan cepat dan tepat.

“Sejauh ini petugas masih melakukan pemantauan pada wilayah yang berpotensi cuaca ekstrem dan angin kencang,” pungkasnya.

Selama cuaca ekstrem berpotensi terjadi, bukan hanya BPBD saja yang waspada. Tetapi pemadam kebakaran karena angin kencang yang berhembus, bisa menyebabkan kebakaran lahan.

Kepala Bidang Pengendalian Bahaya Kebakaran dan Non Kebakaran Satpol PP Andrea Persaulian mengatakan, kebakaran lahan saat ini masih berpotensi terjadi. Walaupun beberapa kali telah turun hujan kebakaran lahan masih dapat terjadi.

“Saat ini masih masuk musim kemarau. Sehingga potensi kebakaran masih bisa terjadi,” katanya.

Insiden kebakaran lahan berpotensi terjadi di semua tempat. Hal ini terjadi jika ada sumber api karena sengaja membakar sampah kemudian ditinggal begitu saja tanpa diawasi. Serta dapat juga terjadi karena ketidaksengajaan membuang puntung rokok yang menyala. Kondisi demikian menjadi lebih parah saat angin berhembus dengan kencang. Sehingga api dapat dengan mudah membesar dan merembet.

Sejauh ini damkar mewaspadai dan rutin memantau 3 wilayah rawan kebakaran lahan. Wilayah tersebut diantaranya Kecamatan Gending, Dringu, dan Tegalsiwalan. Wilayah ini diwaspadai karena menjadi wilayah hembusan angin Gending yang dikenal cukup kencang. Setiap tahunnya selalu ada laporan lahan terbakar di wilayah tersebut.

“Ada beberapa wilayah yang cukup menonjol karena memang menjadi tempat berhembusnya angin gending,” terangnya.

Pemadaman kebakaran telah berupaya melakukan upaya percepatan pemadaman api secara maksimal dengan mengerahkan personel di beberapa pos. Diantaranya unit Kraksaan yang bersiaga dan melakukan penindakan kebakaran wilayah timur. Kemudian unit Dringu yang bersiaga untuk penindakan kebakaran wilayah tengah. Selanjutnya unit Tongas yang bersiaga untuk penindakan kebakaran wilayah barat. Serta unit Condong untuk wilayah selatan.

“Tetap kami maksimalkan unit yang sudah ada. Harapannya saat ada laporan kebakaran bisa segera dipadamkan,” pungkasnya. (ar/fun)

Editor : Abdul Wahid
#bpbd #cuaca ekstrem #angin kencang