KREJENGAN, Radar Bromo-Hujan deras disertai angin kencang yang mengguyur wilayah Kecamatan Krejengan pada Rabu (22/10) sore membuat sebuah rumah milik warga Dusun Gerdu, Desa Karangren, roboh.
Rumah kayu itu milik Zainab 60, seorang janda yang tinggal bersama anak dan menantunya itu, ambruk sekitar pukul 15.15.
Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Kepala Desa Karangren, Subandi, menuturkan bahwa tanda-tanda rumah milik Zainab memang sudah terlihat membahayakan sejak sehari sebelumnya.
“Karena kemarin lusa, Selasa (21/10), saat hujan deras disertai angin kencang sudah terasa kalau rumahnya membahayakan. Akhirnya kami (pemerintah desa) meminta keluarga Bu Zainab untuk dievakuasi ke rumah saudaranya. Eh benar, sorenya langsung ambruk,” ujar Subandi, Kamis (23/10).
Rumah tersebut, lanjut Subandi, memang sudah lama berdiri dengan bahan utama kayu dan gedek (anyaman bambu). Kondisinya kian lapuk termakan usia dan cuaca.
“Rumahnya memang terbuat dari kayu semua. Alhamdulillah, beliau sudah masuk program RTLH (Rumah Tidak Layak Huni) tahun ini. Insyaallah besok (Jumat, red) mulai kami bangun melalui program tersebut,” tambahnya.
Untuk sementara, Zainab bersama anak dan menantunya menumpang di rumah keluarga yang berada di sebelah rumah lama mereka yang roboh.
“Evakuasi dilakukan ke rumah saudaranya yang masih satu dusun. Yang penting Bu Zainab aman dulu,” ucap Subandi.
Dengan adanya program bantuan tersebut, diharapkan Zainab dapat segera menempati rumah baru yang lebih layak dan aman.
“Insyaallah secepatnya kita bangun. Semoga Bu Zainab bisa segera kembali ke rumahnya,” pungkas Subandi. M
Sementara itu, dari laporan BPBD Kabupaten Probolinggo, kejadian tersebut terjadi setelah wilayah Krejengan diguyur hujan deras disertai angin selama hampir lima jam, mulai pukul 13.00 hingga 17.45.
“Rumah Ibu Zainab roboh karena kondisi material yang sudah lapuk. Tidak ada korban, dan saat ini beliau sementara tinggal di rumah anaknya,” terang Kepala BPBD Kabupaten Probolinggo, Oemar Sjarief.
Sebagai bentuk tanggap darurat, tim BPBD bersama Dinas Sosial (Tagana), Kecamatan Krejengan, dan Pemerintah Desa Karangren turun langsung ke lokasi untuk melakukan assessment dan memberikan bantuan logistik.
Kegiatan tersebut melibatkan 1 unit mobil pickup serta personel gabungan BPBD, Tagana, Kecamatan Krejengan, dan Pemdes Karangren. (mu/fun)
Editor : Fandi Armanto