Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Hingga Oktober, Ada 1.301 Kasus DBD di Kabupaten Probolinggo- 8 Meninggal, Ini Kecamatan dengan Kasus Tertinggi

Achmad Arianto • Kamis, 16 Oktober 2025 | 02:37 WIB
ILUSTRASI DBD
ILUSTRASI DBD

KRAKSAAN, Radar Bromo – Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Probolinggo masih cukup tinggi. Sampai minggu pertama Oktober tahun ini, ada 1.301 kasus DBD yang terjadi.

Bahkan, dari ribuan kasus itu, didapati delapan pasien di antaranya meninggal dunia.

DBD sebenarnya identik dengan penyakit yang muncul saat musim hujan.

Namun, Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Menular di Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo dr. Nina Kartika menyebut, sampai saat ini DBD masih berpotensi terjadi.

Buktinya, sejak Januari sampai Sabtu (4/10), temuan penyakit ini masih cukup tinggi. Total ada 1.301 kasus DBD.

Dari keseluruhan kasus itu, ada lima kecamatan yang menjadi perhatian serius.

Sebab, merupakan daerah dengan kasus BDB tertinggi. Antara lain, Kecamatan Kraksaan dengan 169 kasus, Paiton 134 kasus, Krejengan 91 kasus, Maron 72 kasus, dan Lumbang 66 kasus.

“Ada beberapa wilayah yang memang menjadi atensi karena temuan kasus DBD di sana cukup menonjol,” ucapnya.

Untuk menanggulangi DBD, menurutnya, petugas tidak hanya fokus pada penanganan pasien yang terjangkit.

Tapi juga berkoordinasi dengan puskesmas di kecamatan untuk intens melakukan pencegahan.

Petugas puskesmas rutin mengecek lingkungan masyarakat. Tujuannya, memastikan bahwa pemberantasan sarang nyamuk berjalan maksimal. Sehingga, sebaran penyakit demam berdarah dapat ditekan.

Menurut Nina, peran masyarakat dalam menekan sebaran penyakit DBD cukup penting. Karenanya, dia berharap masyarakat turut melakukan tindakan pencegahan.

“Caranya, satu minggu sekali memberantas jentik nyamuk demam berdarah. Seperti menguras dan menutup tempat air bersih,” katanya.

Selain itu, membersihkan tempat penampungan air hujan, maupun air bersih lainnya.

Baik di dalam atau di luar rumah, seperti di bak mandi, tampungan air hujan di kaleng, botol bekas, ban bekas, wadah minum burung, dan tempat lainnya yang berpotensi menyimpan genangan air.

“Untuk menekan potensi penyakit, masyarakat harus rutin memberantas sarang jentik nyamuk di dalam dan luar rumah seminggu sekali,” tuturnya. (ar/hn)

Editor : Muhammad Fahmi
#Krejengan #dbd #Maron #lumbang #meninggal #paiton #pasien #probolinggo #Kraksaan #demam berdarah