KRAKSAAN, Radar Bromo –Dinas Pertanian (Diperta) terus memperkuat pengawasan kesehatan hewan di wilayahnya. Salah satunya dengan melaksanakan uji pullorum pada unit usaha peternakan unggas.
Kali ini, pemeriksaan dilakukan di salah satu perusahaan unggas yang berlokasi di Desa Sumberbendo, Kecamatan Sumberasih. Kegiatan yang digelar Jumat (10/10) lalu melibatkan UPT Laboratorium Kesehatan Hewan (Lapkeswan) Malang, Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner drh. Nikolas Nuryulianto menyebutkan bahwa sebanyak 639 sampel darah ayam diambil dari populasi 63.905 ekor unggas untuk dilakukan uji serologis pullorum.
“Seluruh hasil uji menunjukkan negatif. Artinya, perusahaan unggas tersebut telah menerapkan jadwal vaksinasi dan biosekuriti dengan baik sehingga tidak ditemukan kasus,” jelas Niko.
Menurutnya, penyakit pullorum disebabkan oleh bakteri salmonella pullorum yang dapat menimbulkan gejala berak putih atau berak kapur pada ayam.
Penyakit ini juga berpotensi bersifat zoonosis, yakni bisa menular ke manusia melalui produk pangan hewani yang terkontaminasi, seperti daging atau telur.
“Salah satu tujuan utama uji pullorum ini adalah mencegah penularan penyakit dari hewan ke manusia. Dengan memastikan unggas bebas dari bakteri Salmonella, kami turut menjaga keamanan pangan asal hewan yang dikonsumsi masyarakat,” ujarnya.
Niko menambahkan, uji pullorum merupakan bagian dari program rutin Diperta dalam pengawasan kesehatan hewan di unit budidaya unggas. Pemeriksaan ini juga menjadi langkah penting untuk memastikan produk peternakan lokal aman, sehat, utuh, dan halal (ASUH).
“Harapan kami, seluruh produk pangan asal hewan yang beredar di Kabupaten Probolinggo bebas dari bakteri Salmonella. Ini bentuk komitmen kami agar masyarakat mendapatkan pangan yang aman dan bergizi,” pungkasnya. (mu/fun)
Editor : Abdul Wahid