KRAKSAAN, Radar Bromo - Desa berkembang di Kabupaten Probolinggo pada 2024 masih menyisakan 50 desa.
Meski begitu, gerak pembangunan desa terus menunjukkan kinerja positif. Berdasarkan Indeks Desa Membangun (IDM) 2024, jumlah desa mandiri meningkat tajam menjadi 105 desa, dari sebelumnya hanya 44 desa pada 2023.
Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Probolinggo, Munaris menegaskan bahwa capaian ini melampaui target yang diberikan pemerintah pusat.
“Tahun kemarin (2024, red), kami ditarget 88 desa berstatus mandiri. Alhamdulillah, hingga 2024 sudah ada 105 desa yang berhasil mencapai status Desa Mandiri,” katanya.
Munaris menjelaskan, peningkatan ini terbilang signifikan jika dibandingkan dua tahun sebelumnya.
Pada 2022, jumlah desa mandiri hanya 23 desa atau sekitar 7,08 persen. Sementara itu, desa maju mencapai 174 desa (53,54 persen) dan desa berkembang sebanyak 128 desa (39,38 persen).
“Tahun 2023 jumlah desa mandiri naik menjadi 44 desa atau 13,54 persen. Desa maju sebanyak 192 desa atau 59,08 persen, dan desa berkembang menurun jadi 89 desa atau 27,38 persen,” urainya.
Lompatan terbesar terjadi pada 2024. Desa mandiri melesat menjadi 101 desa atau 31,1 persen.
Sementara desa maju masih tercatat 174 desa (53,5 persen), dan desa berkembang tinggal 50 desa (15,4 persen).
“Kalau kami lihat grafiknya, pergerakannya cukup stabil. Desa berkembang makin sedikit, sementara desa mandiri bertambah pesat,” terang Munaris.
Dengan capaian itu, DPMD optimistis target pemerintah untuk mencetak 129 desa mandiri pada 2025 bisa terealisasi.
“Kami terus mendorong percepatan pembangunan desa, baik dari aspek ekonomi, sosial, maupun pelayanan publik. Insyaallah, target 129 desa mandiri tahun 2025 bisa tercapai,” tegasnya.
Menurut Munaris, capaian desa mandiri ini tak lepas dari sinergi berbagai pihak, mulai dari pemerintah desa, kecamatan, hingga dukungan lintas sektor.
“Desa mandiri adalah wujud nyata keberhasilan pembangunan di tingkat bawah. Semakin banyak desa mandiri, semakin kuat pula pondasi pembangunan Kabupaten Probolinggo,” pungkasnya. (mu/fun)
Editor : Fahreza Nuraga