KRAKSAAN, Radar Bromo - Penataan kawasan Alun-Alun Kraksaan bagian barat sudah rampung. Kini, Pemkab Probolinggo melanjutkan revitalisasi ke sisi timur.
Program ini mencakup pembangunan pendestrian hingga penataan ulang kios dan warung. Agar kawasan alun-alun lebih tertib dan nyaman bagi masyarakat.
Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Probolinggo Roby Siswanto mengatakan, konsep penataan sisi timur akan mengikuti pola yang sudah berhasil diterapkan di sisi barat.
“Konsepnya sama dengan yang di sebelah barat. Cuma ini sumber dananya kolaborasi. Ada APBD dan CSR (Corporate Social Responsibility),” ujarnya.
Dalam proses revitalisasi, secara bertahap sejumlah warung di sisi timur alun-alun akan dibongkar. Para pedagang akan direlokasi.
“Konsep awal relokasi masih di eks kantor kecamatan. Tapi, proses pemindahan masih kami bahas bersama pihak kecamatan,” jelasnya.
Roby menambahkan, pembangunan tidak langsung menyentuh bangunan baru. Melainkan dimulai dengan pemerataan lahan dan persiapan lokasi.
“Kami siapkan dulu tempatnya. Harapannya nanti bentuknya menyerupai huruf U. Jadi sisi barat dan utara selesai, sisa sisi timur ini saja,” jelasnya.
Fasilitas parkir juga menjadi perhatian dalam perencanaan ini. Lahan parkir utama tetap berada di sisi barat, namun tambahan area juga disiapkan di sisi timur.
Tepatnya di depan area kantor Kecamatan Kraksaan atau lapangan tenis.
“Karena itu, didahulukan lahan parkir di sebelah utara masjid. Setelah itu, baru masuk ke tahapan berikutnya. Tempat parkir sisi timur,” ujar Roby.
Revitalisasi dilakukan secara bertahap. Dengan target jangka panjang menjadikan Alun-Alun Kraksaan sebagai pusat aktivitas publik yang lebih representatif.
“Kami siapkan dulu lahannya, baru bangunannya. Memang bertahap. Sambil jalan, kami kolaborasi dengan CSR agar program ini bisa terealisasi optimal,” katanya.
Adanya pembangunan kawasan alun-alun ini disambut baik sejumlah warga. Salah satunya pemilik warung kopi di sekitar Alun-Alun Kraksaan, Murtado. Bahkan, ia mengaku bersedia direlokasi.
“Tidak masalah. Kami ikut pemerintah. Tetapi kalau bisa fasilitas di tempat baru nanti dapat maksimal, seperti penerangan lahan parkir dan kebutuhan pengunjung lainnya, sehingga menjadi tempat nyaman untuk membuka usaha,” harapnya. (mu/rud)
Editor : Ronald Fernando