Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Pendapatan RSUD Waluyo Jati Kabupaten Probolinggo Tembus Rp 75 Miliar

Agus Faiz Musleh • Senin, 8 September 2025 | 04:35 WIB
CEK: Direktur RSUD Waluyo Jati dr. Hj. Yessi Rahmawati (tiga dari kiri) mengecek secara langsung pelayanan terhadap pasien, beberapa waktu lalu.
CEK: Direktur RSUD Waluyo Jati dr. Hj. Yessi Rahmawati (tiga dari kiri) mengecek secara langsung pelayanan terhadap pasien, beberapa waktu lalu.

KRAKSAAN, Radar Bromo - RSUD Waluyo Jati Kabupaten Probolinggo tahun ini ditarget bisa memompa pendapatan asli daerah (PAD) Rp 110 miliar.

Namun, sejauh ini perolehan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) ini baru Rp 75.023.299.967,16 atau setara 68,20 persen dari target.

Namun, dibandingkan dengan periode yang sama pada Agustus 2024, capaian tahun ini jauh lebih tinggi.

Saat itu, realisasi pendapatan baru di angka Rp 61.415.930.929,87 atau 61,4 persen dari target. Dengan jumlah pasien IGD 1.183 orang, rawat inap 1.157 orang, dan rawat jalan 5.089 orang.

Tahun ini, jumlah pasien meningkat. Pasien IGD mencapai 1.526 orang, rawat inap 1.436 orang, dan rawat jalan 5.815 orang.

Direktur RSUD Waluyo Jati dr. Hj. Yessi Rahmawati mengatakan, pendapatan tersebut bersumber dari berbagai lini.

Mulai dari jasa layanan masyarakat umum, Jasa Raharja, pelayanan obat kronis, hingga layanan ambulans.

Kontribusi besar juga datang dari kerja sama dengan berbagai pihak serta pembayaran melalui Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS), baik BPJS murni, susulan, ketenagakerjaan, taspen, maupun inhealth.

“Insyaallah, dengan pelayanan yang terus kami tingkatkan dan ditambah dengan layanan baru, antara lain rawat inap jiwa, poli vaksin internasional, serta hemodialisis (cuci darah), sampai akhir tahun nanti capaian pendapatan akan melampaui target,” ujar Yessi optimistis.

Manajemen RSUD Waluyo Jati juga terus berupaya meningkatkan mutu pelayanan.

Perbaikan dan penambahan sarana prasarana, hingga perekrutan tenaga kesehatan baru, menjadi langkah nyata yang langsung berdampak pada peningkatan jumlah pasien.

Kepercayaan publik pun ikut meningkat. Berdasarkan survei Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) yang dilaksanakan oleh Sucofindo pada Triwulan I dan Triwulan II, hasilnya menunjukkan tren positif dan konsisten.

“Alhamdulillah, masyarakat sudah banyak yang merasakan manfaat berobat di rumah sakit umum daerah. Terlebih tahun ini kami banyak menghadirkan layanan baru, sehingga kami semakin optimistis bisa menuntaskan target yang telah ditetapkan,” ujar Yessi. (mu/rud)

Editor : Ronald Fernando
#rsud waluyo jati #Kraksaan