KRAKSAAN, Radar Bromo- Produksi perikanan tangkap di Kabupaten Probolinggo selama semester pertama 2025, mencapai 17.140,48 ton dengan nilai ekonomi Rp 276,5 miliar. Dibandingkan periode yang sama tahun lalu, volume produksinya menurun 2 persen. Tetapi, nilai produksi justru meningkat.
Meningkatnya nilai produksi ini disebabkan naiknya harga sejumlah jenis ikan di pasaran.
“Nilai produksinya meningkat karena beberapa komoditas ikan mengalami kenaikan harga. Seperti ikan tongkol dan cakalang,” ujar Kepala Bidang Perikanan Tangkap Dinas Perikanan Kabupaten Probolinggo Hari Pur Sulistiono.
Menurutnya, menurunnya volume produksi ini disebabkan faktor cuaca yang kurang bersahabat pada awal tahun. Musim ikan yang biasanya mulai Januari, tahun ini mundur. Sejak Januari-Februari, nelayan belum bisa maksimal melaut. Karena masih menghadapi angin dan gelombang tinggi.
“Tahun ini, Januari dan Februari masih musim angin. Banyak nelayan yang belum bisa melaut secara efektif saat itu,” jelasnya.
Kendati demikian, Hari tetap optimistis target produksi perikanan tangkap tahun ini yang mencapai 32.431 ton, bisa diraih. Dengan membaiknya cuaca sejak pertengahan tahun dan tren harga ikan yang masih tinggi, para nelayan diperkirakan akan lebih produktif pada semester kedua ini.
“Kami tetap optimistis. Dengan cuaca yang mulai membaik, nelayan bisa lebih intens melaut. Mudah-mudahan semester kedua bisa menutup kekurangan produksi di awal tahun,” harapnya. (mu/rud)
Editor : Ronald Fernando