PAITON, Radar Bromo - Mes atau hunian sementara takmir Masjid An Nur di Desa Binor, Kecamatan Paiton, ludes terbakar Senin (28/7) malam. Tidak ada korban jiwa pada peristiwa itu, sebab kebakaran terjadi saat mes kosong.
Kebakaran itu terjadi sekitar pukul 19.15. Kebakaran diketahui pertama kali oleh seorang pedagang yang sedang berjualan di dekat Masjid An Nur.
Saat itu, pedagang tersebut tiba-tiba melihat api menyala dari dalam mes takmir masjid. Melihat hal itu, dia langsung melapor kepada petugas Satpam PT PLN Nusantara Power yang sedang piket malam.
“Mes yang terbakar merupakan bangunan milik PT PLN Nusantara Power. Kebakaran diketahui lebih dulu oleh pedagang,” kata Kasi Humas Polres Probolinggo Iptu Merdhania Pravita Shanty.
Mendapatkan laporan tersebut, satpam langsung mendatangi lokasi. Saat itu, sebagian besar mes telah terbakar dengan kobaran api cukup besar.
Karena itulah, satpam bergegas melaporkan kejadian tersebut kepada PT PLN Nusantara Power. Kemudian 2 unit mobil pemadam kebakaran (damkar) milik PT PLN Nusantara Power mendatangi TKP.
Sesampainya di TKP, petugas langsung memadamkan titik api di sekitar mes takmir Masjid An Nur. Butuh waktu sekitar 30 menit untuk memadamkan api dan dilanjutkan dengan pendinginan.
Vita menambahkan, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Sebab, mes dalam kondisi kosong. Namun, kebakaran itu membuat PT PLN Nusantara Power mengalami kerugian materiil sekitar Rp 40 juta.
“Pemilik mengalami kerugian materiil. Sementara untuk penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan,” pungkasnya. (ar/hn)
Editor : Muhammad Fahmi