PAITON, Radar Bromo- Bencana masih berpotensi terjadi di wilayah Kabupaten Probolinggo. Demi meminimalisasi hal-hal yang tidak diinginkan, perlu ada penguatan ketanggungan masyarakat dalam menghadapi bencana.
Wilayah Kabupaten Probolinggo memiliki potensi bencana. Kondisi geografisnya miliki beberapa gunung. Beberapa waktu lalu pernah terjadi gempa tektonik di wilayah Kecamatan Tiris. Hal ini tentunya perlu menjadi perhatian sekaligus perlu kewaspadaan,” ujar Bupati Probolinggo Mohammad Haris.
Dalam hal penanggulangan dan penanganan kebencanaan perlu ada kolaborasi antar instansi terkait. Seperti Palang Merah Indonesia (PMI) dan perusahaan melalui Program CSR-nya.
Sekretaris Jenderal PMI A.M. Fachir mengatakan, dalam hal kebencanaan terdapat doktrin 6 jam PMI harus hadir. Selama 6 jam itu tidak hanya relawan yang dipersiapkan. Tetapi, juga bantuan dan perlengkapan yang dibutuhkan oleh warga terdampak. Misalnya, air bersih yang merupakan kebutuhan utama. Selain itu, dalam tindakan tanggap darurat memerlukan orang terlatih dan alat yang diperlukan setiap saat.
“Kerja sama akan memberikan kesadaran kepada masyarakat. Khususnya pada wilayah rawan bencana. Masyarakat harus tahu betul jika wilayahnya rawan bencana dan tahu betul apa yang harus dilakukan saat terjadi bencana,” bebernya.
Presiden Direktur PT Paiton Energy Fazil Erwin Alfitri mengatakan, PMI dan PT Paiton Energy meluncurkan Program CSR Paiton Energy. Hal ini merupakan kolaborasi strategis pada sektor kemanusiaan dan dunia usaha untuk mendukung pembangunan berkelanjutan. Serta, ketangguhan masyarakat di wilayah Probolinggo.
“Ini merupakan kontribusi nyata bagi masyarakat di aspek kesiapsiagaan bencana. Serta, peningkatan kesejahteraan sosial. Sinergi ini juga menciptakan dampak positif yang berkelanjutan di aspek lingkungan, kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat,” bebernya. (ar/rud)
Editor : Ronald Fernando