PERINGATAN Hari Ulang Tahun (HUT) ke-31 Perumdam Tirta Argapura Kabupaten Probolinggo menjadi momen penuh haru dan refleksi, Rabu (16/7).
Bertempat di Auditorium Madakaripura, Kantor Bupati Probolinggo, perayaan kali ini terasa istimewa karena sekaligus menjadi ajang perpisahan Direktur Perumdam H. Gandhi Hartoyo, S.E., M.M. yang akan mengakhiri masa jabatannya.
Tasyakuran dihadiri sejumlah tokoh penting. Mulai Wakil Bupati Probolinggo Lora Fahmi AHZ juga jajaran legislatif.
Di antaranya, ada Wakil Ketua DPRD Kabupaten Probolinggo Didik Humaidi dan M. Zubaidi.
Hadir juga Sekda Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto dan Sekda Kabupaten Bondowoso Fathur Rozi.
Dewan Pengawas Perumdam Tirta Argapura Ahmad Hasyim Ashari dan seluruh keluarga besar Perumdam Tirta Argapura. Mereka turut hadir untuk menyaksikan momentum bersejarah ini.
Dalam kesempatan ini, diserahkan resume laporan akhir masa jabatan direktur periode 2017-2025.
Serta, pemberian penghargaan pencapaian efisiensi di atas 100 persen bagi unit berprestasi Perumdam Tirta Argapura Kabupaten Probolinggo semester I tahun 2025.
Di antaranya, ada Unit Maron, Unit Krucil, Unit Gili, Unit Patalan, dan Unit Dringu.
Dalam sambutannya, Gandhi Hartoyo mengungkapkan perjalanan 8 tahun memimpin perusahaan yang dulunya terpuruk.
“Ketika saya dipercaya memimpin, kondisi perusahaan dalam keadaan sangat berat. Kami mewarisi utang hampir Rp 8 miliar dan kesulitan membayar gaji karyawan. Bahkan, kantor kami nyaris tak layak,” kenangnya.
Dengan reformasi manajerial dan kerja keras yang solid seluruh tim, Gandhi berhasil membalikkan keadaan.
Kini, cakupan layanan air bersih mencapai 80 persen pelanggan aktif selama 24 jam.
Terutama di wilayah selatan, seperti Kecamatan Banyuanyar dan Tegalsiwalan yang sebelumnya hanya mendapat pasokan air dua hari sekali.
Jumlah pelanggan juga melonjak dari 19.000 menjadi hampir 23.000 sambungan rumah (SR).
“Kami tak hanya fokus pada layanan, tapi juga kesejahteraan karyawan. Saat ini seluruh pegawai telah terlindungi BPJS dan memiliki jaminan pensiun seperti PNS,” ujar Gandhi.
Meski berbagai capaian telah diraih, Gandhi menegaskan, masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan.
Mulai dari infrastruktur perpipaan yang sudah uzur, pelebaran jalan tanpa koordinasi, hingga regulasi pusat yang dinilainya belum berpihak terhadap aspek sosial pelayanan air bersih.
“Air adalah kebutuhan dasar. Namun, saat pelanggan menunggak tiga bulan, kami harus mencabut sambungan. Ini dilema kemanusiaan yang butuh dukungan kebijakan daerah,” katanya.
Gandhi juga meminta maaf dan berpamitan kepada seluruh pihak. “Saya pamit dan mohon maaf apabila selama menjabat ada perkataan dan perbuatan yang kurang berkenan. Semua ini saya lakukan demi Perumdam. Kini saya bisa berdiri dengan tegak dan bahagia karena meninggalkan perusahaan dalam keadaan sehat dan terus bertumbuh," ujarnya penuh haru.
Dewan Pengawas (Dewas) Perumdam Tirta Argapura Ahmad Hasyim Ashari memberikan catatan strategis. Ia menyebut, meski usia perusahaan 31 tahun, sebagai Perumda, usia efektifnya baru sekitar tiga tahun.
“Perusahaan masih dalam tahap belajar mencari keuntungan. Tapi dengan laporan kinerja yang kami terima, arah perkembangan sudah positif,” ujarnya.
Hasyim juga mendorong optimalisasi aset dan percepatan penyerahan aset dari pemerintah agar Perumdam bisa menjalin kerja sama dan meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).
Ia turut merekomendasikan perbaikan infrastruktur di tiga unit prioritas: Kraksaan, Leces, dan Dringu.
Wakil Bupati Probolinggo Lora Fahmi AHZ mengapresiasi pencapaian Perumdam. Ia mengatakan, Perumdam bukan hanya perusahaan, melainkan tulang punggung pembangunan daerah.
“Jika dikelola dengan ikhlas dan profesional, ini bukan hanya pekerjaan, tapi ladang ibadah,” ujarnya.
Ia juga berkomitmen memperkuat dukungan pemerintah daerah meski dihadapkan keterbatasan anggaran.
“Semoga sinergi lintas sektor mampu memperkuat kapasitas Perumdam ke depan agar lebih mandiri, kuat, dan tepercaya,” ujarnya. (dik/*)
Editor : Ronald Fernando