DRINGU, Radar Bromo– Selama pancaroba suhu udara dan cuaca mulai terasa lebih panas. Pemadam Kebakaran Kabupaten Probolinggo mewaspadai potensi kebakaran. Sejak Januari hingga Rabu (9/7), damkar mencatat telah terjadi 8 insiden kebakaran di wilayah Kabupaten Probolinggo.
Kebakaran berpotensi terjadi di semua tempat. Meningkatnya suhu dan keringnya lingkungan sekitar membuat bangunan memiliki kondisi lebih kering.
Begitu juga lahan atau tempat terbuka yang didominasi oleh rumput maupun ilalang dapat dengan mudah kering.
Jika ada titik api baik karena sengaja membakar sampai kemudian ditinggal. Atau karena ketidaksengajaan membuang puntung rokok, api dapat dengan mudah membesar dan merambat.
“Potensi kebakaran meningkat saat pancaroba. Kebakaran juga berpotensi terjadi dimana saja yang memiliki titik api,” kata Inspektur Inspeksi TK. I Pemadam Kebakaran Kabupaten Probolinggo Danang Purwanto.
Delapan insiden kebakaran telah terjadi di wilayah Kabupaten Probolinggo diantaranya kebakaran mobil di Tol Paspro Tongas. Lalu kebarakan yang menghanguskan rumah terjadi di 3 lokasi diantaranya di Desa Kebonagung, Kecamatan Kraksaan; Desa Sepuhgembol, Kecamatan Wonomerto dan Desa Kalirejo, Kecamatan Dringu.
Kemudian kebakaran toko waralaba di Desa/Kecamatan Dringu; kios pupuk di Desa Maron Kulon, dan toko elektronik, di Desa Maron Kidul, Kecamatan Maron. Serta kebakaran lahan di Desa Pabean, Kecamatan Dringu.
Seluruh kebakaran rumah yang terjadi selama ini mayoritas disebabkan oleh korsleting listrik. Korsleting tersebut tidak diketahui oleh penghuni rumah atau pemilik toko.
Sehingga api kemudian membesar dan merambat ke bangunan. Sementara satu insiden kebakaran lahan yang terjadi disebabkan oleh warga yang membakar sampah kemudian ditinggal dan merambat pada lahan kosong di tengah pemukiman padat penduduk.
“Kejadian kebakaran yang telah ditangani paling banyak disebabkan karena korsleting arus listrik,” bebernya.
Danang menambahkan insiden kebakaran diperkirakan akan terus mengalami kenaikan seiring dengan masuknya musim kemarau.
Dari tren pemadaman yang dilakukan insiden kebakaran mulai menonjol pada bulan Agustus dan September. Pasalnya pada bulan tersebut kondisi lingkungan sudah begitu kering. Serta juga masuk musim Angin Gending.
“Musim kemarau dan Angin Gending membuat potensi kebakaran menjadi lebih tinggi. Jadi perlu diwaspadai,” pungkasnya. (ar/fun)
Editor : Abdul Wahid