RSUD Waluyo Jati Kabupaten Probolinggo terus berkomitmen untuk mengembangkan layanan. Setelah membuka Poli Psikiatri pada Agustus 2024 yang dilengkapi dokter spesialis jiwa, kini rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Probolinggo tersebut meresmikan Ruang Lotus. Sebuah ruang rawat inap khusus bagi pasien gangguan jiwa.
==================================
Peresmian Ruang Lotus dilakukan Selasa (1/7) oleh Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris. Dia didampingi kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo dr. Hariawan Dwi Tamtomo, M.MKes. dan Direktur RSUD Waluyo Jati Kabupaten Probolinggo Dr. dr. Hj. Yessi Rahmawati, Sp.OG(K)., M.H., M.Kes., FISQua.
Launching sederhana ini, menghadirkan layanan unggulan. Ruang Lotus dirancang sebagai simbol ketenangan dan penyembuhan.
Saat ini, ruangan tersebut terdiri dari tiga kamar dengan kapasitas masing-nasing dua pasien. Setiap kamar dilengkapi dengan tempat tidur khusus, AC dan teralis demi menjaga keamanan dan lingkungan.
Ruang Lotus juga di dukung oleh tenaga kesehatan terlatih yang berjaga selama 24 jam dan fasilitas electroconvulsive therapy (ECT) untuk diagnosis dan terapi gangguan jiwa. Juga ada area terbuka dan taman untuk relaksasi pasien.
RSUD Waluyo Jati juga tengah menyiapkan penambahan dua dokter spesialis jiwa.
Satu dokter baru lulus dan satu lainnya sedang menyelesaikan pendidikannya. Saat ini, rumah sakit ini memiliki satu dokter spesialis jiwa putra daerah yang menangani berbagai kasus kejiwaan, termasuk tes kesehatan rohani.
Direktur RSUD Waluyo Jati Dr. dr. Hj. Yessi Rahmawati, Sp.OG(K)., M.H., M.Kes., FISQua. menjelaskan, tujuan utama pembangunan Ruang Lotus bukan untuk menampung banyak pasien jiwa. Melainkan sebagai bentuk kesiapan fasilitas saat dibutuhkan.
“Selama ini, jika di puskesmas ada pasien dengan gangguan jiwa, biasanya langsung dirujuk ke RSJ Lawang atau Menur. Kini, kami siap menangani di sini,” ujarnya.
Menurutnya, penanganan pasien jiwa tidak bisa disamakan dengan kasus medis biasa. Sebab, tidak tahu kapan mereka sembuh, pengawasan harus berlapis, dan SDM juga harus terlatih khusus.
Karena itulah, disiapkan perawat khusus hanya untuk Ruang Lotus. Agar pelayanan bisa paripurna,” jelasnya.
“Insyaallah dengan tiga dokter spesialis jiwa nantinya, kami bisa memenuhi kebutuhan masyarakat. Bukan karena Probolinggo banyak pasien jiwa, tapi karena spesialisasi ini langka dan harus difasilitasi,” imbuhnya. (uno/*)
Editor : Muhammad Fahmi