DRINGU, Radar Bromo - Masuk masa peralihan musim cuaca menjadi tidak menentu. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo mewaspadai potensi bencana saat anomali cuaca. Khususnya cuaca ekstrem dan angin kencang.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Probolinggo Zubaidullah mengatakan, pada peralihan musim, intensitas hujan yang mengguyur cenderung mengalami penurunan. Namun potensi hujan masih bisa terjadi.
Saat hujan deras dengan durasi yang lama, potensi bencana cuaca ekstrem dan angin kencang dapat terjadi. Sehingga perlu ada kewaspadaan agar dampak bencana dapat diminimalisir.
“Saat ini sebenarnya sudah pancaroba. Potensi bencana yang dapat terjadi adalah cuaca ekstrem dan angin kencang. Tetapi bencana hidrometeorologi lainnya tetap turut diwaspadai,” katanya.
BPBD saat ini terus memetakan serta mewaspadai wilayah yang berpotensi terjadi cuaca ekstrem dan angin kencang. Terlebih lagi di wilayah pantura.
Pasalnya banyak pohon di tepi jalan yang usianya telah tua dan kondisinya sudah rimbun. Pohon dapat tumbang dapat menutup ruas jalan sehingga mengganggu pengguna jalan.
Insiden pohon tumbang tidak hanya membahayakan masyarakat. Bencana juga dapat menyebabkan beberapa dampak. Pohon yang tumbang di ruas jalan akan mengganggu arus lalu lintas.
Sementara itu jika tumbang pada kabel listrik akan mempengaruhi pasokan listrik.
Pohon tumbang yang menimpa bangunan dapat menyebabkan kerugian materiil pada pemilik bangunan.
Zubaidullah menerangkan, berdasarkan tren, insiden bencana cuaca ekstrem dan angin kencang, ada beberapa wilayah yang patut diwaspadai.
Diantaranya Kecamatan Kraksaan, Paiton, Kotaanyar, Krejengan, Maron, Sumberasih, dan Gending.
Sementara pohon tumbang menjadi perhatian serius sebab hujan masih berpotensi turun.
Untuk meminimalisir potensi cuaca ekstrem dan percepatan penanganan bencana, BPBD menyebar relawan dan TRC pada wilayah rawan bencana.
Koordinasi terus dilakukan untuk memastikan wilayah terpantau.
“Kami perkuat koordinasi sampai tingkat desa. Harapannya jika terjadi bencana informasi cepat diterima. Dengan demikian asesmen dan penanganan bisa segera dilakukan,” tandasnya. (ar/fun)
Editor : Moch Vikry Romadhoni