TIRIS, Radar Bromo-Pemerintah Desa Tlogoargo, Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo punya cara unik dan inspiratif dalam mengenalkan potensi sekaligus menjaga kelestarian Danau Segaran Duwas.
Yakni, lewat kegiatan tebar benih ikan dan penanaman bibit pohon manggis. Pemerintah desa menggandeng berbagai pihak untuk bersinergi demi mendukung pelestarian lingkungan dan menyukseskan Festival Tujuh Ranu Tujuh Air Terjun pada November 2025 mendatang.
Kepala Desa Tlogoargo, Umar, menyampaikan, acara ini menjadi langkah awal memperkenalkan Danau Segaran Duwas sebagai salah satu destinasi unggulan di Kabupaten Probolinggo.
Dalam kesempatan tersebut, dilakukan penebaran 30 ribu benih ikan Tawes dan 1.000 benih ikan Sengkaring, serta penanaman 100 bibit pohon manggis di sekitar kawasan danau.
“Program ini kami kemas dalam satu rangkaian sebagai bentuk komitmen menjaga ekosistem danau. Sekaligus juga mendukung pengembangan desa tematik hijau,” kata Umar.
“Harapannya, saat Festival Tujuh Ranu digelar pada 7 November nanti, Danau Segaran Duwas sudah siap menjadi tuan rumah festival memancing yang unik dengan view pemandangan dan ekosistem sekitar danau yang masih sangat alami dengan wajah baru yang lebih menarik,” imbuh Umar.
Selain penebaran benih dan penanaman pohon, pemdes juga tengah menyelesaikan pembangunan infrastruktur akses menuju danau. Yakni, pemadatan jalan sepanjang 650 meter dengan lebar 2,5 meter yang tinggal menunggu proses pemasangan paving.
Tak hanya itu, kegiatan juga diwarnai dengan pemasangan rambu larangan menangkap ikan menggunakan racun, alat setrum, maupun bahan berbahaya lainnya.
Di momen yang sama, dibentuk pula Kelompok Pengawas dan Kelompok Pemancing yang bertugas menjaga keberlanjutan danau.
Festival mendatang rencananya akan mengusung konsep ekowisata berpadu dengan kearifan lokal.
Selain itu, juga digelar festival memancing, pameran produk UMKM, serta kuliner khas desa yang disiapkan secara khusus untuk menyambut para pemancing dari berbagai daerah.
“Kami ingin masyarakat terlibat langsung. Tidak hanya menjaga danau, tetapi juga mendapatkan manfaat ekonomi dari hasil ikan tangkapan dan produk olahan yang dijual saat festival. Kami sedang menyiapkan menu kuliner khas yang tidak ada di tempat lain,” imbuh Umar.
Sementara itu, Kepala Bidang Perikanan Tangkap Dinas Perikanan Kabupaten Probolinggo, Hari Pur Sulistiono menuturkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program restocking atau penebaran kembali benih ikan untuk menjaga populasi dan keseimbangan ekosistem perairan.
Sejak Mei lalu, pihak dinas sudah menebar 15 ribu benih ikan berbagai jenis bibit. Mulai ikan Sengkaring, Tawes, Gurami, baderbang.
Terbaru, ditebat dua jenis bibit ikan. Yakni Bibit Ikan Tawes sebanyak 30 ribu benih, Ikan Sengkaring sebanyak 1000 benih.
“Dan kali ini kami tambah lagi. Harapannya, keberadaan ikan bisa mendukung peningkatan ekonomi warga sekitar serta menarik wisatawan melalui daya tarik danau yang hidup dan lestari,” jelas Hari.
Dukungan juga datang dari Kapolsek Tiris, Iptu Syamsul Arifin, yang mengingatkan pentingnya menjaga benih ikan yang telah ditebar.
Ia mengimbau masyarakat tidak menggunakan alat tangkap illegal. Seperti bahan peledak, racun, atau listrik karena dapat merusak habitat dan dikenai sanksi hukum.
“Ini untuk kepentingan bersama. Kalau dijaga dengan baik, warga bisa mendapatkan penghasilan, dan kesejahteraan pun meningkat. Jangan sampai dirusak oleh ulah segelintir orang yang tidak bertanggung jawab,” tegasnya.
Kegiatan ini turut melibatkan Dinas Perikanan, Pokdarwis, PPL, Polsek, Koramil, perangkat desa, BPD, kelompok pemancing, hingga tokoh masyarakat.
Semua berharap Danau Segaran Duwas mampu menjadi magnet wisata dan sumber penghidupan berkelanjutan bagi warga Desa Tlogoargo. (dik/mie)
Editor : Muhammad Fahmi