Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Irigasi Jadi Penopang Ketahanan Pangan di Desa Pohsangit Ngisor di Wonomerto Probolinggo

Inneke Agustin • Rabu, 4 Juni 2025 | 13:00 WIB
KETAHANAN PANGAN: Kepala Desa Pohsangit Ngisor, Nijar saat memberi makan sejumlah domba yang menjadi ketahanan pangan dari Desa Pohsangit Ngisor.
KETAHANAN PANGAN: Kepala Desa Pohsangit Ngisor, Nijar saat memberi makan sejumlah domba yang menjadi ketahanan pangan dari Desa Pohsangit Ngisor.

DESA Pohsangit Ngisor, Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo dihuni sekitar 802 kepala keluarga (KK). Mayoritas penduduknya bekerja sebagai petani, sehingga desa ini menjadikan sektor pertanian sebagai nadi utama perekonomian warga.

Layaknya pertanian, keberhasilan panen di Desa Pohsangit Ngisor sangat bergantung pada ketersediaan air.

Di sinilah peran sistem irigasi menjadi begitu krusial. Irigasi tidak hanya menjadi sarana pengairan, tetapi juga simbol keberlanjutan bagi masa depan pertanian desa.

Pemerintah desa (Pemdes) Pohsangit Ngisor pun menyadari betul pentingnya infrastruktur irigasi bagi kemajuan pertanian.

Tujuannya jelas memastikan kebutuhan air untuk pertanian terpenuhi sepanjang musim tanam. Selain itu, air dapat lebih terarah ke sawah dan tidak meluber ke pekarangan rumah warga.

Kepala Desa Pohsangit Ngisor, Nijar mengatakan bahwa tahun ini pihaknya membangun sistem irigasi di Dusun Krajan sepanjang 92 meter dengan lebar kurang lebih 60 sentimeter.

“Pada tahap kedua, kami berencana akan melanjutkan proyek tersebut. Dengan panjang mencapai 200 meter agar terhubung dengan irigasi sebelumnya,” katanya.

Salah satu warga di Dusun Krajan, Munik, 40, mengatakan bahwa sebelumnya air yang harusnya untuk mengairi sawah, tidak teralirkan dengan sempurna. Ini karena irigasinya masih berupa tanah, sehingga bahkan meluber ke pekarangan rumahnya.

“Jadi kerap menggenang di pekarangan. Tapi setelah dibangunnya aliran irigasi disini, air makin lancar ke pertanian. Tumbuhan jadi subur dan yang penting tidak menggenang di pekarangan warga lagi,” ujarnya penuh syukur.

Langkah ini berdampak positif terhadap produktivitas lahan. Petani kini lebih tenang dalam mengatur pola tanam dan memaksimalkan hasil panen karena suplai air bisa lebih terjaga. Ini menjadi bagian dari upaya dalam mewujudkan ketahanan pangan lokal.

Harapannya dengan kehadiran irigasi yang memadai menjadi fondasi penting dalam membangun desa yang mandiri secara pangan dan ekonomi.

Di Desa Pohsangit Ngisor, aliran air ke sawah terus menghidupi tanah dan semangat para petani.

LANCAR: Perangkat Desa Pohsangit Ngisor saat di lokasi pembangunan irigasi di Dusun Krajan, Desa Pohsangit Ngisor, Kecamatan Wonomerto.
LANCAR: Perangkat Desa Pohsangit Ngisor saat di lokasi pembangunan irigasi di Dusun Krajan, Desa Pohsangit Ngisor, Kecamatan Wonomerto.

Dorong Ketahanan Pangan-Layanan Kesehatan

Selain irigasi, Pemdes Pohsangit Ngisor juga tengah mengembangkan ketahanan pangan berupa penggemukan domba sebanyak 34 ekor yang diletakkan di Dusun Kolor.

“Nantinya proses penggemukan butuh waktu 3 hingga 6 bulan tergantung usia kambingnya,” ujar Kaur Keuangan Desa Pohsangit Ngisor, Selamet Asbudi.

Di Desa Pohsangit Ngisor juga ada Koperasi Merah Putih yang nanti rencananya akan memfasilitasi masyarakat terutama para petani dalam hal simpan pinjam serta distributor pupuk subsidi.

Pada bidang kesehatan, Desa Pohsangit Ngisor rutin menggelar posyandu di tiap dusun. Yakni Dusun Kolor, Dusun Krajan, dan Dusun Krasak.

POSYANDU: Perawat Desa Pohsangit Ngisor, Wahyu Riguk (bermasker) saat memeriksa warga di Posyandu Desa Pohsangit Ngisor, Kecamatan Wonomerto.
POSYANDU: Perawat Desa Pohsangit Ngisor, Wahyu Riguk (bermasker) saat memeriksa warga di Posyandu Desa Pohsangit Ngisor, Kecamatan Wonomerto.

“Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) sementara ini hanya ada di Dusun Krajan. Sementara dusun lainnya masih posyandu biasa,” kata Perawat Desa Pohsangit Ngisor, Wahyu Riguk.

Wahyu mengatakan bahwa kegiatan saat posyandu beragam. Mulai dari Prolanis yang memberikan fasilitas pengecekan gula darah lengkap tiap 6 bulan sekali, senam lansia, hingga pemahaman terkait konsumsi makanan yang sehat.

“Ada juga Posyandu Pembinaan Terpadu (Posbindu) ditujukan untuk masyarakat usia 15 tahun ke atas, khususnya yang berisiko atau sudah memiliki penyakit tidak menular (PTM) seperti hipertensi, diabetes, dan obesitas,” terangnya.

Wahyu menambahkan, adanya posyandu secara rutin sangat bermanfaat untuk memantau tumbuh kembang balita, meminimalisir terjadinya stunting atau gizi kurang, pengendalian penyakit tidak menular, ataupun memantau perkembangan kesehatan para lansia.

“Bila ada lansia yang tidak dapat ke lokasi posyandu, maka kami akan jemput bola ke rumahnya. Begitupun bila kondisinya cukup kronis maka akan kami rujuk ke Puskesmas Wonomerto,” tutupnya. (gus/fun/*)

 

APBDES PEMERINTAH DESA POHSANGIT NGISOR TAHUN ANGGARAN 2025

PENDAPATAN
Pendapatan Asli Desa: Rp 11.000.000,00
Pendapatan Transfer: Rp 1.190.311.964,00
Pendapatan Lain-Lain: Rp 0,00
JUMLAH PENDAPATAN: Rp 1.201.311.964,00

BELANJA
Belanja Pegawai: Rp 295.560.720,00
Belanja Barang dan Jasa: Rp 472.814.981,91
Belanja Modal: Rp 246.513.000,00
Belanja Tidak Terduga: Rp 21.600.000,00
JUMLAH BELANJA: Rp 1.036.488.701,91
SURPLUS/DEFISIT: Rp 164.823.262,09

PEMBIAYAAN
Penerimaan Pembiayaan: Rp 1.834.737,91
Pengeluaran Pembiayaan: Rp 166.658.000,00
PEMBIAYAAN NETTO: (Rp 164.823.262,09)

Editor : Abdul Wahid
#transparansi desa #desa pohsangit ngisor #kecamatan wonomerto