PAJARAKAN, Radar Bromo–Seolah tidak ada habisnya, pelaku begal motor kembali beraksi di Probolinggo. Sabtu (19/4) malam, sepasang suami istri dibegal di jalan Desa Selogudig Kulon, Kecamatan Pajarakan, Kabupaten Probolinggo.
Mereka dipepet pelaku begal dua orang dengan senjata celurit.
Korbannya adalah Dafit, 28, warga Dusun Kramat, Desa Puspan, Maron, Kabupaten Probolinggo.
Korban pun menyerahkan saja motornya demi melindungi istri dan anaknya yang masih balita.
Sebelum dibegal, korban dalam perjalanan pulang sekitar pukul 21.00. Dia membonceng istri dan anaknya melintasi persawahan di ruas jalan Desa Selogudig Kulon.
Sampai di lokasi kejadian, dari arah berlawanan korban berpapasan dengan dua lelaki yang berboncengan mengendarai motor CB.
Tanpa disadari korban, motor CB yang papasan dengan korban itu putar balik dan membuntuti korban.
Setibanya di ruas jalan yang sepi, motor CB langsung memepet korban.
Sambil mengacungkan celurit, pelaku yang dibonceng mengancam korban. Korban yang ketakutan akhirnya berhenti.
“Pelaku dan korban ini sebelumnya berpapasan. Kemudian pelaku putar balik. Lalu pelaku mengacungkan celurit sambil berkata, sampeyan eman sepeda atau anak istri. Akhirnya korban menyerahkan motornya,” kata Kades Puspan Umar saat dikonfirmasi Minggu (20/4).
Saat itu juga, mereka kabur ke selatan dengan membawa motor korban. Sementara korban meminta pertolongan pada warga sekitar.
Warga yang mengetahui hal itu langsung membantu. Korban lantas menghubungi keluarga dan dijemput di permukiman dekat lokasi kejadian.
Dalam perjalanan pulang ke rumah, korban dan keluarga sempat melihat pelaku mengendarai motor miliknya.
Keluarga bersama warga lantas mengejar pelaku. Mulai dari Desa Brani, Puspan, hingga Maron. Sayangnya, pengejaran itu tidak membuahkan hasil.
“Motor sempat terlihat karena itulah warga mengejar pelaku. Tetapi tidak berhasil,” bebernya.
Kasi Humas Polres Probolinggo Iptu Merdhania Pravita Shanti mengatakan, korban telah melaporkan kejadian tersebut. Saat ini masih dalam penyelidikan Satreskrim Polres Probolinggo.
“Laporan sudah kami terima, saat ini masih dalam proses penyelidikan,” tuturnya. (ar/hn)
Editor : Muhammad Fahmi