KRAKSAAN, Radar Bromo –Kondisi bangunan enam SMP Negeri di Kabupaten Probolinggo dinilai kurang layak. Karena itu, enam sekolah itu akan direhab. Walaupun, memang tidak direhab seluruhnya.
Rehab itu sendiri dilakukan berdasarkan hasil survei yang dilakukan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikdaya) Kabupaten Probolinggo.
Beberapa waktu lalu, dinas melakukan survei perencanaan untuk rehab sarana dan prasarana SMP yang akan menerima bantuan.
Kepala Bidang Pembinaan SMP pada Disdikdaya setempat Amik Mutammimah mengatakan, survei dilakukan untuk memastikan bahwa program rehab itu tepat sasaran. Juga sesuai dengan kondisi riil di lapangan.
Selain itu, survei bertujuan mengetahui kondisi sarpras yang memerlukan perbaikan. Dengan perbaikan diharapakan, proses belajar mengajar dapat berjalan lebih nyaman dan optimal.
“Berdasarkan hasil survei itu, rencananya akan direhab enam sekolah,” katanya.
Antara lain, rehab ruang Kelas SMPN Leces 1, SMPN Wonomerto 1, SMPN Lumbang 1. Kemudian rehab toilet SMPN Wonomerto 1, SMPN Wonomerto 3, dan SMPN Dringu 2.
Selanjutnya, rehab toilet SMPN Sumber 3, SMPN Sumber 5, SMPN Krejengan 1. Juga rehab toilet SMPN Pajarakan 1, SMPN Lumbang 1, SMPN Tongas 1 dan SMPN Tongas 4.
“Survei perencanaan untuk rehab sarana dan prasarana ini sejatinya juga bertujuan mengevaluasi dan merencanakan perbaikan sesuai dengan kerusakan yang terjadi di sekolah yang memang benar-benar membutuhkan,” tuturnya.
Karena itulah, survei juga melibatkan konsultan perencana. Sehingga, mereka bisa menyusun Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang akurat sesuai dengan kondisi nyata di lapangan.
Menurutnya, survei perencanaan ini merupakan bagian dari persiapan untuk pelaksanaan tiga program utama. Mulai dari pembangunan sarana, prasarana dan utilitas sekolah.
Kemudian rehabilitasi kerusakan sedang, hingga berat ruang kelas sekolah. Serta rehabilitasi kerusakan sedang hingga berat sarana, prasarana dan utilitas sekolah.
“Harapannya dapat mendukung kemajuan proses belajar mengajar di sekolah-sekolah yang terlibat,” ucapnya.
Amik berharap, perbaikan sarana dan prasarana dalam jangka panjang dapat meningkatkan semangat siswa dan tenaga pendidik dalam menjalankan kegiatan belajar mengajar. Dengan fasilitas yang lebih baik juga akan ada peningkatan kualitas pendidikan yang berujung pada peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kabupaten Probolinggo.
Menurutnya, pembangunan sarana prasarana pada tahun anggaran 2025 ini lebih menekankan pada data fisik di lapangan. Khususnya sekolah-sekolah yang membutuhkan rehabilitasi berat.
“Rehab dilakukan agar sarana dan prasarana SMP di Kabupaten Probolinggo dapat digunakan secara maksimal dalam mendukung Program Kegiatan Belajar Mengajar (PKBM),” pungkasnya. (ar/hn)
Editor : Muhammad Fahmi