Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

DBD di Kab Probolinggo Masih Mengancam, Dua Bulan Temukan Ratusan Pasien, Ada Satu yang Meninggal Dunia

Achmad Arianto • Rabu, 5 Maret 2025 | 17:25 WIB

 

ILUSTRASI DBD
ILUSTRASI DBD

KRAKSAAN, Radar Bromo - Intensitas hujan di wilayah Kabupaten Probolinggo masih cukup tinggi. Ini juga menjadikan potensi lonjakan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) masih dapat terjadi.

Sampai dengan Selasa (4/3) terdapat 419 pasien DBD, dengan 1 diantaranya meninggal dunia.

Penyakit DBD memang identik dengan penyakit yang terjadi saat musim hujan. Hal ini terjadi karena banyak genangan air tempat bersarangnya nyamuk belum dibersihkan secara benar.

Kondisi demikian membuat jentik nyamuk dapat berkembang menjadi nyamuk dewasa. Sehingga penyebaran penyakit dapat terjadi dengan cepat.

“Jumlah kasus penyakit DBD dari Januari sampai Selasa (4/3) total 419 pasien. Dengan 1 kematian pasien DBD dari Kecamatan Tiris,” ujar Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Menular pada Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo dr. Nina Kartika.

Dari keseluruhan wilayah yang ada di Kabupaten Probolinggo, ada 5 kecamatan yang cukup menjadi atensi sebab banyak ditemukan penyakit DBD menjangkit warga.

Diantaranya adalah Kecamatan Paiton dengan 32 kasus, Kecamatan Maron dengan 15 kasus, sementara Kecamatan Kraksaan, Krejengan dan Tegalsiwalan masing-masing 13 kasus.

Temuan tinggi penyakit DBD disebabkan oleh beberapa faktor. Mulai dari faktor iklim, musim hujan yang memiliki curah hujan tinggi namun tidak selalu turun setiap hari.

Justru akan memicu banyak perindukan nyamuk demam berdarah di lingkungan masyarakat.

Untuk menanggulangi temuan penyakit tersebut petugas tidak hanya fokus pada penanganan pasien yang telah terjangkit.

Akan tetapi juga berkoordinasi dengan puskesmas di kecamatan juga harus berperan serta melakukan pencegahan. Mulai dari sosialisasi dan edukasi  pemberantasan sarang nyamuk (PSN) kepada masyarakat. Agar jentik nyamuk tidak sampai berkembang menjadi nyamuk dewasa.

Petugas puskesmas juga rutin melakukan pengecekan langsung ke lingkungan masyarakat. Upaya ini dilakukan untuk memastikan bahwa PSN berjalan baik sehingga sebaran penyakit demam berdarah dapat ditekan.

"Untuk menekan kasus perlu upaya memberantas sarang nyamuk demam berdarah satu minggu sekali. Baik di dalam rumah maupun di halaman atau lingkungan rumah. Upaya ini harus dilakukan secara serentak,” bebernya. (ar/fun)

 

Editor : Abdul Wahid
#bdb #musim hujan