PAITON, Radar Bromo-Diduga depresi, pemuda asal Desa Jabung Wetan, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo berinisial Jun, 27 ditemukan tewas gantung diri di rumahnya.
Jenazahnya ditemukan Kamis petang (23/1). Kanitreskrim Polsek Paiton, Aipda Romli menjelaskan, polisi belum mengetahui motif korban nekat gantung diri.
Yang jelas dari pemeriksaan luar, pada tubuh korban dipastikan tak ditemukan tanda kekerasan.
“Penyebabnya (gantung diri) diduga depresi namun permasalahannya belum diketahui,” jelasnya.
Menurut Romli, sore itu sekitar pukul 17.00, korban masih disebutkan ngumpul bersama teman-temannya. Mereka asyik njagong di rumah salah satu teman warga berinisial Tof.
Menjelang adzan magrib, korban pamit pulang kepada teman-temannya. Alasannya, mau mengambil kopiah alias peci.
Ya, korban bersama sejumlah teman-temannya kala itu berniat menghadiri kegiatan pengajian rutin setiap malam Jumat.
Namun, setelah itu korban tak kunjung datang ke pengajian. Mendapati hal itu, kakak ipar kornal Zain lantas menyusul pulang ke rumah.
Betapa terkejutnya sang kaka, saat itu ia melihat adik iparnya sudah tewas tergantung.
“Menurut keterangan saksi awalnya pamit mau ngambil kopiah karena mau pengajian, nah pas dilihat sudah ditemukan tergantung,” jelas Romli.
Meski syok, pihak keluarga mengaku ikhlas atas kepergiaan salah seorang anggota keluarganya itu.
Mereka sepakat untuk tidak melanjutkan proses hukum kematian korban.
Sebab, pihak keluarga yakin tidak ada kekerasan pada tubuh korban. Keluarga juga menolak korban untuk diotopsi.
Pihak keluarga lantas membuat surat pernyataan. “Tidak ada tanda kekerasan. Keluarga juga menyadari hal itu sehingga menolak diotopsi,” kata Aipda Romli. (ina/mie)
Editor : Muhammad Fahmi