KRAKSAAN, Radar Bromo - Agus, 50, warga Desa Bulu, Kecamatan Kraksaan menjadi sasaran amukan massa di Stadion Gelora Merdeka Kraksaan, Minggu (5/1) dini hari.
Pengeroyokan tersebut diduga dipicu karena massa kesal dengan perilaku Agus yang suka memalak pedagang. Kini perkara tersebut sedang ditangani Polsek Kraksaan.
Ketua Paguyuban PKL Stadion Gelora Merdeka Didik Tri Wahyudi, 49, mengatakan bahwa pengeroyokan tersebut terjadi sekitar pukul 01.30.
Mulanya Agus datang ke tempat para PKL yang sedang menjual barang dagangannya.
Kedatangan Agus sudah tidak diindahkan oleh para pedagang. Sebabnya, dia sering meminta jatah atau uang setoran pada pedagang. Bahkan sering mengambil barang dagangan milik PKL.
“Sejak dua bulan belakangan Agus memang kerap meminta jatah pada pedagang. Hal itu membuat pedagang merasa tidak nyaman,” katanya saat ditemui Senin (6/1).
Hampir setiap PKL mangkal, Agus selalu datang. Pedagang yang didatanginya seringkali menuruti kemauan Agus.
Pasalnya, jika tidak menuruti kemauannya, Agus akan membentak dan melakukan tindakan premanisme. Hal inilah yang membuat pedagang merasa kesal.
Sebelum kejadian pengeroyokan, Didik mengaku, mendapatkan laporan dari pedagang bahwa setelah berkeliling malam itu, tiba-tiba Agus mengambil beberapa barang dagangan milik PKL.
Akhirnya, Didik mendatangi Agus dan memintanya agar tidak berbuat onar. Sebab saat itu situasi sudah mulai panas antara Agus dengan para PKL. Lalu melaporkannya ke Polsek Kraksaan. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan polisi kemudian mengamankannya ke Mapolsek Kraksaan.
Rupanya saat dibawa, Agus kabur dan mendatangi lagi lokasi PKL. Hingga akhirnya cek-cok kembali terjadi.
Massa kemudian terpancing dan marah lalu mengeroyok Agus hingga mengalami luka pada bagian wajah.
Karena luka tersebut kemudian Agus dibawa ke RSUD Waluyo Jati untuk mendapatkan pertolongan medis. Wajah Agus sampai bonyok karena dimassa.
Didik pun berharap aksi premanisme seperti yang dilakukan Agus tidak kembali terjadi di Stadion. Agar warga yang berjualan bisa tenang dan mendapatkan laba dari usahanya. Sebab hasil keuntungan usaha bukan hanya untuk perputaran modal. Tetapi juga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Sebelum dikeroyok, saya tahu persis PKL sedang cek-cok dengan Agus. Saat pengeroyokan, saya sudah tidak tahu karena posisi sudah pulang ke rumah. Dapat laporan lagi setelah Agus masuk UGD RSUD Waluyo Jati,” terangnya.
Sementara itu, Panit Reskrim Polsek Kraksaan Iptu Djuwantoro Setyowadi mengatakan bahwa aksi pengeroyokan yang menimpa Agus telah dilaporkan kepada Polsek Kraksaan.
Saat ini petugas sedang melakukan penyelidikan atas perkara tersebut. Sementara kondisi Agus saat ini sudah berangsur-angsur membaik.
“Pengeroyokan dilaporkan oleh HS, istri Agus, Minggu (5/1) sore. Saat ini masih dalam proses penyelidikan,” terangnya. (ar/fun)
Editor : Abdul Wahid