PEMERINTAH Desa (Pemdes) Seneng, Kecamatan Krucil, bertahap melengkapi infrastruktur desa. Hal ini dilakukan untuk memberikan kenyamanan warga dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Namun tidak melupakan program ketahanan pangan.
Kondisi geografis Desa Seneng berada di lereng Gunung Argopuro. Kondisi ini tentunya berdampak pada infrastruktur dan ketersediaan pelengkap kebutuhan sehari-hari menjadi lebih terbatas.
Berada di dataran tinggi mengharuskan kondisi jalan bagus dan nyaman sehingga aman untuk dilintasi oleh warga desa.
Pemdes telah melakukan pemetaan ruas jalan yang kondisinya masih belum layak. Pasalnya masih belum tersentuh pembangunan desa dan medannya hanya berupa tanah.
Saat dilintasi kendaraan, kondisinya sangat licin. Kondisi demikian menjadi lebih parah khususnya saat musim hujan. Pengendara yang tidak paham medan akan mudah tergelincir dan terjatuh.
“Warga desa mengusulkan pembangunan jalan desa. Baik jalan menuju pemukiman maupun jalan menuju kebun,” ujar Kepala Desa Seneng Supaidi.
Pemdes saat ini sudah merealisasikan pembangunan 4 ruas jalan desa. Diantaranya 3 ruas jalan dibangun dengan konstruksi rabat beton. Meliputi ruas jalan sepanjang 450 meter di RT 12 dan 17/RW 3, Dusun Sumberan. Ruas jalan ini merupakan akses menuju pemukiman warga yang dihuni oleh 335 KK.
Selanjutnya jalan sepanjang 150 meter di RT 8/RW 2, Dusun Rabeh. Jalan ini merupakan akses menuju pemukiman yang dihuni oleh 275 KK. Serta jalan sepanjang 200 meter di RT 3/RW 7, Dusun Manggisan. Jalan merupakan akses menuju pemukiman yang dihuni oleh 125 KK. Sementara satu proyek pembangunan makadam ruas jalan sepanjang 100 meter. Lokasinya di RT 6/RW 2, Dusun Rabeh.
Supaidi menuturkan bahwa pembangunan jalan yang cocok dilakukan di Desa Seneng adalah jalan rabat beton. Sebab lebih kokoh dan tidak mudah tergerus air. Sementara untuk jalan yang saat ini di makadam akan dilanjutkan pembangunan tahap berikutnya.
Jadi untuk sementara agar jalan lebih nyaman dan aman ruas jalan yang bermedan tanah lereng gunung diperkuat dengan lapisan makadam.
“Dapat dikatakan semua ruas jalan desa ini merupakan jalan poros. Sebab dapat dimanfaatkan untuk berbagai hal baik akses menuju pemukiman, kebun, bahkan ke tempat fasilitas ibadah dan pendidikan. Oleh karena itu pembangunan jalan masih jadi prioritas,” bebernya.
Tanam Pohon Produktif Wujudkan Ketahanan Pangan
Penguatan sektor pangan masih terus dilakukan Pemdes Seneng. Pembangunan dan peningkatan produksi pada sektor pangan masuk dalam rencana APBDes.
Banyak lahan potensial masih belum dimanfaatkan dan dikelola secara maksimal. Hal ini kemudian membuat pemerintah desa tergerak memberikan bantuan bibit pohon pada warga.
Pertimbangan yang matang dan langkah strategis untuk menggenjot produksi pangan harus dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan. Agar nantinya terwujud sebuah ketahanan pangan desa. Namun demikian dalam prakteknya kondisi tersebut haruslah disesuaikan dengan kondisi lahan. Karena itu Pemerintah Desa Seneng melakukan penyaluran bibit pohon produktif sehingga memiliki nilai ekonomis tinggi.
“Program ketahanan pangan kami lakukan secara berkelanjutan. Program tahun ini kami telah menyalurkan bibit pohon sengon, balsa, dan jabun kepada kelompok warga. Pohon ini kalau sudah tumbuh besar bisa ditebang dan dijual kayunya,” ujar Kepala Desa Seneng Supaidi.
Pemdes sebelumnya telah melakukan pemetaan potensi tanah. Dari situlah kemudian ditindaklanjuti dengan pengembangan pohon produktif.
Kondisi tanah dan kultur tanam yang dilakukan oleh warga turut menjadi pertimbangan. Sehingga pohon yang telah disalurkan bisa tumbuh besar kemudian dijual untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Supaidi menambahkan setelah bibit disalurkan pemerintah desa memantau pohon tersebut apakah sudah ditanam ataukah belum. Pemdes juga akan mendampingi warga agar pohon tersebut tumbuh besar.
Upaya ini juga dilakukan agar Sumber Daya Manusia (SDM) warga meningkat. Sehingga sasaran ketahanan pangan yang ingin dicapai dapat terealisasi.
“Bibit sudah kami salurkan total ada 30.000 bibit pohon yang dibagikan kepada warga. Kami pantau terus, mudah-mudahan rencana ketahanan pangan bisa terealisasi dengan baik,” pungkasnya. (ar/fun/*)
Editor : Abdul Wahid