PAJARAKAN, Radar Bromo - Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Provinsi Jawa Timur-Bali terus mempercepat perbaikan Jembatan Pajarakan.
Kamis (12/12) hanya menyisakan penggantian ikatan angin. Selama pengerjaan jembatan Pajarakan ditutup total.
Endi Aktoni selaku PPK 1.1 BBPJN Provinsi Jawa timur mengatakan, sejatinya perbaikan sisi bawah jembatan sudah selesai sejak Kamis.
Pembongkaran aspal dan beton serta perbaikan segmen bagian bawah atau lantai jembatan telah rampung.
Bahkan sudah kembali seperti seperti semula dengan demikian sudah bisa dilintasi kendaraan.
Namun pengerjaan masih menyisakan bagian atas penyangga struktur jembatan atau ikatan angin.
“Terus kami kebut kami upayakan secepat mungkin selesai. Bagian bawah sudah selesai pengerjaan tinggal ikatan angin yang akan diganti,” katanya saat ditemui.
Endi menerangkan jika ikatan angin yang berbahan baja yang akan diganti tersebut memiliki panjang 9 meter.
Membentang di sisi barat jembatan. Penggantian ini dilakukan lantaran baja telah bengkok karena terbentur oleh muatan truk yang melebihi tinggi pembatas jembatan.
Pembatas ini sejatinya selain memperkuat struktur jembatan juga untuk mengontrol berat muatan yang dibawa oleh kendaraan saat melintasi jembatan.
Untuk mengganti ikatan angin tersebut, persis dibawah baja akan dipasang sebuah scafolding.
Pemasangan alat tersebut tentunya dapat menutupi ruas jalan jembatan. Untuk percepatan pengerjaan sementara jembatan ditutup total sampai dengan pengerjaan selesai.
“Ikatan angin bengkok karena terbentur truk bermuatan berat. Kalau tidak segera dilakukan penggantian, kami khawatir strukturnya semakin ringkih. Terlebih lagi kendaraan yang melintasi jembatan tidak pernah sepi,” bebernya.
Kasat Lantas Polres Probolinggo AKP Anthonio Effan Sulaiman mengatakan, sebelumnya telah melakukan sistem buka tutup jalur saat proses pengerjaan.
Namun kali ini ruas jalan ditutup total. Penggantian baja membentang di atas jembatan dengan demikian apabila akses jalan dibuka akan mempengaruhi keselamatan pengguna jalan.
Dengan mempertimbangkan keselamatan bersama baik pekerja dan pengguna jalan maka jalan ditutup selama 5 jam sejak pukul 23.00 Kamis (12/12) sampai dengan pukul 04.00 jumat (13/12).
“Pengerjaan ditarget bisa selesai sekitar 2 jam. Namun khawatir terdapat kendala maka penutupan diperpanjang sedikit,” ucapnya.
Selama penutupan itu, pihaknya sudah melakukan rekayasa lalu lintas dengan jalur alternatif bagi kendaraan roda dua dan empat.
Jika dari timur bisa melalui jalan rondo kuning ke selatan, lalu ke barat Desa Temenggungan hingga tembus Genggong, kemudian ke utara tembus pertigaan Pajarakan.
Begitu sebaliknya. Sementara untuk kendaraan truk atau tronton harus menunggu perbaikan selesai sebab jalan alternatif hanya bisa dilalui roda dua dan roda empat tanpa muatan.
“Jika nanti dalam proses pengerjaanya bisa selesai lebih cepat. Maka ruas jalan segera dibuka tanpa menunggu sampai jam 4,” terangnya. (ar/fun)
Editor : Abdul Wahid