KRAKSAAN, Radar Bromo- Penyebab banjir genangan di Jalan Dr. Soutomo, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, Jumat (6/12), terus digali. Hasilnya, dipastikan banjir genangan terjadi karena drainase dan saluran afur di jalan ini menyempit.
Kabid Pertanahan dan Tata Ruang DPKPP Kabupaten Probolinggo Slamet Yuni Maryono mengatakan, pascabanjir genangan pihaknya langsung mendatangi lokasi.
Dari pengecekan dan evaluasi, banjir terjadi bukan dampak pembangunan Stadion Gelora Merdeka Kraksaan. Melainkan, karena tingginya debit air hujan tidak bisa tertampung oleh drainase utama di sisi timur Jalan Dr. Soetomo.
Tidak maksimalnya fungsi drainase ini disebabkan banyaknya bangunan yang berdiri di atas drainase. Serta, terjadi penyempitan saluran afour.
“Intensitas hujan di wilayah Kraksaan dan sekitarnya saat itu dikategorikan ekstrem. Pada alat pemantau hujan mencapai 204 mililiter per detik. Debit air tidak tertampung oleh drainase, sehingga terjadi banjir genangan,” katanya, Sabtu (7/12).
Sementara itu, drainase di sisi barat Jalan Dr. Soetomo dan di area Stadion Gelora Merdeka Kraksaan, hanya sebagai drainase cadangan.
Mengalirkan luapan air apabila terjadi over kapasitas air atau menggenang di sekitar ruas jalan.
Saat petugas menegceknya, dipastikan saluran berfungsi maksimal, sehingga setelah hujan reda, genangan air bisa surut karena sudah teralirkan.
Disinggung terkait penanganannya, Slamet mengatakan, akan berupaya semaksimal mungkin. Dalam waktu dekat akan berkoordinasikan OPD terkait sesuai kewenangannya.
Seperti Dinas PUPR dan Satpol PP untuk mendapatkan solusi terbaik dalam penanganan banjir ini.
“Kami akan beroordinasi agar banjir genangan bisa teratasi. Kami juga butuh kesadaran masyarakat sekitar untuk menjaga kebersihan dengan tidak membuang sampah di drainase. Supaya kejadian serupa tidak terulang,” jelasnya. (ar/rud)
Editor : Ronald Fernando