KRAKSAAN, Radar Bromo - Stok darah yang dimiliki oleh Unit Donor Darah (UDD) Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Probolinggo semakin menipis.
Sampai Kamis (5/12) persediaan darah yang dimiliki UDD diprediksi hanya mampu bertahan memenuhi permintaan selama empat hari.
Terbatasnya persediaan darah UDD PMK Kabupaten Probolinggo terjadi lantaran permintaan kebutuhan darah mengalami kenaikan.
UDD PMI Kabupaten Probolinggo mencatat hingga Kamis (5/12) sampai dengan pukul 09.30, golongan darah A tersedia 11 kantong, golongan darah B tersedia 10 kantong, golongan darah O tersedia 31 kantong.
Serta golongan darah AB tersedia 20 kantong. Sementara PRC golongan darah A tersedia 9 kantong, golongan darah B tersedia 12 kantong, golongan darah O tersedia 28 kantong. Kemudian golongan darah AB tidak ada persediaan.
“Untuk stok darah yang saat ini tersedia mampu bertahan tidak sampai seminggu,” ujar Kepala UDD PMI Kabupaten Probolinggo dr. Adi Nugroho.
Persediaan darah yang ada saat ini memiliki banyak permintaan karena memenuhi kebutuhan pasien.
Pasalnya UDD PMI Kabupaten Probolinggo juga banyak mendropping darah ke Bank Darah Rumah Sakit (BDRS).
Khususnya rumah sakit wilayah timur. Sehingga rumah sakit saat ini dapat langsung memberikan kepada pasien.
Untuk memenuhi kebutuhan darah UDD melakukan kegiatan donor darah di tempat-tempat yang memang menjadi pusat kegiatan donor.
Kegiatan kemanusiaan ini dilakukan secara rutin dan bergantian. Hingga akhirnya stok darah terpenuhi untuk kebutuhan pasien.
“Kami baru saja dapat stok baru 120 kantong tapi belum di-screening. Stok yang ada ini bisa memenuhi kebutuhan darah selama seminggu,” terangnya. (ar/fun)
Editor : Abdul Wahid