Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Awasi Wilayah Areal Tanam Mangrove di Pesisir Probolinggo yang Rawan Dirusak

Achmad Arianto • Senin, 2 Desember 2024 | 16:55 WIB

 

PENANAMAN:  DLH Kabupaten Probolinggo menanam mangrove di Desa Pesisir, Kecamatan Gending beberapa waktu lalu.
PENANAMAN:  DLH Kabupaten Probolinggo menanam mangrove di Desa Pesisir, Kecamatan Gending beberapa waktu lalu.

KRAKSAAN, Radar Bromo-Keseimbangan ekosistem wilayah pesisir tetap menjadi perhatian Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Probolinggo.

Supaya lingkungan tetap terjaga, pembinaan dan pengawasan akan dilakukan secara berkelanjutan.

Kawasan mangrove yang berada di pesisir pantai hingga kini perlu diperhatikan. Pasalnya, lahan tersebut berpotensi rusak akibat aktivitas manusia atau perusakan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

Sementara keberadaan mangrove begitu dibutuhkan karena memiliki banyak manfaat.

Mulai dari mencegah bencana seperti banjir rob dan abrasi. Serta menjaga ekosistem pantai yang dibutuhkan oleh masyarakat nelayan.

“Mangrove memiliki banyak manfaat bagi masyarakat nelayan yang menggantungkan hidup dari hasil melaut. Sehingga keberadaannya perlu dijaga,” ujar Plt. Kadis DLH Kabupaten Probolinggo Aat Kardono.

Untuk menjaga mangrove, ada beberapa hal yang sedianya telah dilakukan. Mulai dari menanam mangrove pada wilayah pesisir yang sudah gundul.

Kemudian melakukan pengawasan yang berkolaborasi dengan pemerintah desa dan kecamatan setempat.

Serta berkoordinasi dengan stakeholder terkait untuk turut menjaga keseimbangan lingkungan pesisir.

Aat menjelaskan jika semua wilayah pesisir pantura mulai dari Kecamatan Tongas, Dringu, Gending, Pajarakan, Kraksaan dan Paiton memiliki potensi banjir rob dan abrasi.

Dengan demikian mangrove menjadi salah satu cara alami untuk mengantisipasi terjadinya bencana yang dapat terjadi tersebut.

Bahkan untuk menjaga mangrove yang sudah tumbuh DLH kerap turun langsung melakukan sosialisasi pada masyarakat nelayan pesisir pantai. Harapannya agar bersama-sama menjaga mangrove agar tidak rusak.

“Beberapa upaya sudah dilakukan. Agar apa yang diharapkan dapat terwujud. Tentunya perlu peran aktif masyarakat pesisir untuk bersama-sama menjaga,” katanya.

“Jika mangrove terjaga maka masyarakat akan merasakan manfaatnya,” tandasnya. (ar/fun)

Editor : Abdul Wahid
#mangrove #abrasi #Sabuk #laut #probolinggo