DESA Bulu, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, kembali menggelar Festival Budaya Selamatan Desa. Acara ini menjadi ajang tahunan yang dipenuhi dengan rangkaian kegiatan bernilai budaya dan spiritual.
Festival Budaya Selamatan Desa digelar bertujuan melestarikan tradisi dan menjadi ungkapan syukur atas nikmat dan hasil bumi yang didapatkan masyarakat desa. Rangkaian kegiatan dimulai dengan khataman Alquran, Sabtu (2/11). Sabtu (9/11), digelar karnaval budaya yang melintasi jalan utama Desa Bulu.
Dalam kegiatan ini, setiap RT menampilkan beragam kreasi seni. Seperti sendratari yang mengisahkan asal-usul Desa Bulu. “Alhamdulillah, setiap tahun kami merayakan selamatan desa ini. Berkat kekompakan dan gotong royong masyarakat, acara ini berlangsung meriah dan penuh antusiasme,” ujar Kepala Desa Bulu Dimas Eko Romadhoni.
Menurutnya, festival ini tidak hanya sebagai wujud syukur, tetapi juga menjadi sarana memperkuat perekonomian lokal. “Kami melihat antusiasme yang besar. Terutama di sektor UMKM yang turut serta dalam festival ini,” katanya.
Dalam kegiatan ini, pemerintah desa juga menyediakan lapak UMKM di balai desa. semuanya diisi para pelaku usaha lokal. Beragam produk dipasarkan. Mulai kerajinan tangan hingga kuliner. Semuanya mendapat respons positif dari masyarakat.
“Semua UMKM yang berpartisipasi dalam kegiatan ini berjalan lancar. Ini kesempatan bagi mereka untuk memperkenalkan produk dan meningkatkan pendapatan,” ujarnya.
Puncak acara dijadwalkan Kamis (28/11). Rencananya akan digelar pengajian akbar yang akan dihadiri oleh K.H. Musleh Adnan dari Madura. Hari itu, panitia juga akan mengumumkan para pemenang dari berbagai perlombaan yang telah diadakan selama festival.
Karnaval budaya dihadiri sejumlah tokoh masyarakat Desa Bulu. Mulai dari tokoh masyarakat hingga anggota DPRD Kabupaten Probolinggo, Saiful Bahri.
“Kami berharap gelaran seperti ini, dapat terus dilestarikan. Dengan berkumpul, guyub, dan rukun bersama, maka keamanan dan ketertiban masyarakat bisa dijaga. Secara emosional antarmasyarakat terjalin. Tentu bonusnya merangsang perekonomian masyarakat untuk meningkat,” katanya.
Tingkatkan Kesejahteraan dengan Desa Berdaya
Pemerintah Desa Bulu meluncurkan serangkaian program inovatif dalam “Desa Berdaya.” Tujuannya, untuk meningkatkan kesejahteraan dan pemberdayaan masyarakat.
Sejumlah program ini difokuskan untuk meningkatkan fasilitas umum, mendukung UMKM, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui pembangunan yang bersumber dari dana desa dan bantuan keuangan provinsi.
Kepala Desa Bulu Dimas Eko Romadhoni mengatakan, sejumlah proyek ini diharapkan dapat berdampak langsung terhadap kesejahteraan warga.
“Desa Berdaya ini adalah langkah untuk membangun desa dengan berbagai fasilitas yang memadai. Dengan adanya pembangunan-pembangunan ini, kami berharap bisa meningkatkan taraf hidup masyarakat secara berkelanjutan,” ujarnya.
Sebagian besar pembangunan di Desa Bulu, bersumber dari dana desa. terutama infrastruktur. Salah satunya pembangunan jaringan irigasi sekunder di Dusun Selamet. Irigasi ini penting untuk meningkatkan produktivitas pertanian.
“Dengan irigasi ini, petani akan lebih mudah dalam mengakses air, sehingga hasil panen diharapkan lebih maksimal,” ujar Dimas.
Ada juga pembanguan saluran pembuangan air hujan di Dusun Selamet 1 dan Selamet 2. Tujuannya, untuk mengatasi genangan air dan mengurangi risiko banjir. Khususnya ketika musim hujan. Berikutnya, ada pavingisasi jalan di Dusun Krajan. Proyek ini diharapkan mempermudah mobilitas warga dan angkutan barang.
Kantor Desa dan Ruang PKK juga direnovasi. Fasilitas ini akan digunakan sebagai pusat kegiatan masyarakat. Terutama bagi ibu-ibu yang berperan dalam pengembangan ekonomi keluarga dan pendidikan anak.
Desa Bulu juga meluncurkan program Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH) sebagai wadah edukasi bagi para orang tua. Program ini diharapkan dapat meningkatkan wawasan orang tua dalam mengasuh dan mendidik anak secara lebih bijak.
Melalui bantuan Keuangan Provinsi 2024, Desa Bulu membangun Warung Apung Desa Berdaya di Dusun Sumber. Warung ini tidak hanya menjadi pusat ekonomi masyarakat, tetapi juga dirancang sebagai destinasi wisata dengan pemandangan alam yang indah. Termasuk panorama Gunung Argopuro yang Instagrammable.
Di bawah warung terdapat kolam pancing yang dapat digunakan sebagai sarana rekreasi dan tempat lomba. “Warung apung ini merupakan salah satu upaya untuk memberdayakan UMKM lokal. Nantinya, puluhan pelaku UMKM desa akan dapat berjualan di sini, sehingga pendapatan mereka bisa meningkat,” ujar Dimas.
Warung apung dan kolam pancing ini diharapkan tidak hanya menjadi sumber pendapatan bagi para pelaku UMKM. Tetapi, juga mampu menarik wisatawan dari luar desa, sehingga mendukung ekonomi lokal. “Kolam ini juga bisa kami gunakan untuk perlombaan. Kami ingin tempat ini menjadi lokasi yang hidup dan selalu ramai pengunjung,” tambahnya.
Program Desa Berdaya juga mengedepankan transformasi digital dengan menghadirkan Desa Digital. Mencakup pembangunan perpustakaan digital. Tujuannya, untuk mempermudah akses warga terhadap informasi dan pengetahuan, sehingga dapat menciptakan masyarakat yang lebih cerdas dan melek teknologi.
“Kami ingin memberikan akses informasi yang lebih luas bagi warga. Dengan perpustakaan digital ini, mereka bisa mendapatkan pengetahuan tanpa harus pergi jauh,” ungkap Dimas.
Program Desa Digital ini merupakan salah satu langkah inovatif yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan dan pengetahuan masyarakat. (mu/rud*)
Editor : Ronald Fernando