KRAKSAAN, Radar Bromo- Target Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Probolinggo dari pengumpulan zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya (ZIS-DSKL) tahun ini, belum tercapai.
Namun, kini telah menetapkan target tahun depan. Nilainya cukup fantastis.
Ada dua target dengan nominal berbeda yang ditetapkan Baznas. Berupa target on balance sheet (pengelolaan langsung) senilai Rp 6 miliar dan off balance sheet (pengelolaan tidak langsung) sebesar Rp 32,5 miliar.
Perolehan yang dimaksud pengelolaan langsung adalah dana tunai yang masuk ke Basnas dari muzaqi dan munfiq.
Sedangkan, pengelolaan tidak langsung, seperti yang melakukan zakat fitrah, sedekah, kurban, atau dana lainnya ke masjid dan panitia lainnya dengan cara didata. Atau, berupa data bukan dana.
Kesepakatan ini dihasilkan dari Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Baznas RI di Balikpapan, pada 25-27 September 2024.
Ketua Baznas Kabupaten Probolinggo Ahmad Muzammil mengatakan, rapat ini menghasilkan 17 resolusi penting.
Salah satunya, target pengumpulan ZIS-DSKL nasional yang mencapai Rp 50 triliun.
“Kabupaten Probolinggo mendapatkan target yang lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya,” ujarnya.
Pada 2024, target pengumpulan ZIS-DSKL untuk on balance sheet ditetapkan Rp 5,6 miliar. Hingga September 2024, berhasil terkumpul Rp 3,8 miliar.
Sementara, untuk off balance sheet targetnya Rp 20 miliar dan sudah terlampaui. Perolehannya mencapai Rp 38 miliar.
Baznas Kabupaten Probolinggo merencanakan sejumlah strategi untuk mencapai targetnya. Salah satunya, meningkatkan partisipasi dari aparatur sipil negara (ASN) serta perusahaan swasta dalam program zakat.
Selain itu, juga memaksimalkan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di masjid-masjid juga akan diperkuat. Termasuk membentuk UPZ baru.
“Kami akan memperkuat branding dan promosi program pengumpulan zakat, serta melakukan evaluasi kinerja UPZ yang sudah ada. Agar kontribusi mereka semakin meningkat,” jelas Muzammil.
Dengan komitmen yang kuat untuk mencapai target dan menjaga integritas, Baznas Kabupaten Probolinggo optimistis dapat melampaui target pengumpulan ZIS-DSKL pada 2025.
Hasil dari upaya ini diharapkan tidak hanya mendukung stabilitas sosial di tengah situasi politik, tetapi juga mendorong masyarakat untuk lebih aktif dalam berzakat demi kesejahteraan bersama.
“Baznas akan terus berupaya menjadi lembaga yang transparan dan bertanggung jawab. Serta, memastikan setiap pengumpulan ZIS-DSKL digunakan untuk kesejahteraan masyarakat,” ujarnya. (mu/rud)
TARGET BAZNAS
2025
Rp 6 Miliar
Pengelolaan langsung
Rp 32,5 Miliar
Pengelolaan tidak langsung
2024
Rp 5,6 Miliar
Pengelolaan langsung
(hingga September 2024, terkumpul Rp 3,8 miliar)
Rp 20 Miliar
Pengelolaan tidak langsung
(Telah tercapai Rp 38 miliar)
Editor : Ronald Fernando