Pemerintah desa (Pemdes) kerap melaksanakan pembangunan sesuai dengan letak geografis dan ketersediaan infrastruktur. Hal itu juga dilakukan oleh Pemerintah Desa Maron Wetan, Kecamatan Maron yang melakukan pembangunan infrastruktur pendukung pertanian.
KETAHANAN pangan masih menjadi program yang dilaksanakan secara serius. Agar hasilnya maksimal, realisasi dilakukan secara berkelanjutan. Program dapat terwujud apabila sarana dan prasarana serta infrastruktur pendukung usaha tani tersedia. Inilah yang membuat Pemdes Maron Wetan juga membangun kebutuhan fisik sektor pertanian secara bertahap menyesuaikan kebutuhan petani desa.
Kepala Desa Maron Wetan Heri Sulistyono mengatakan, pemdes tahun ini merencanakan pembangunan dua saluran irigasi. Diantaranya adalah saluran irigasi sepanjang 200 meter di RT 10/RW 2, Dusun Krajan 2.
Dengan jangkauan irigasi seluas 18 hektare. Kemudian membangun saluran irigasi sepanjang 150 meter di RT 5/RW 1, Dusun Krajan 1. Saluran irigasi ini mampu menjangkau areal pertanian seluas 15 hektare.
“Tahun ini ada dua saluran irigasi yang akan dibangun. Jangkauan irigasinya cukup luas,” katanya.
Saluran irigasi ini sebelum hanya berupa saluran tanah tanpa penguatan konstruksi. Dengan kondisi demikian, saat debit air meningkat khususnya saat musim hujan, irigasi dari hulu menuju hilir kerap terjadi kebocoran dan rembes.
Hal ini menyebabkan sawah yang berada di hilir jarang menerima irigasi. Bahkan harus bergantian menyuplai air karena diberlakukan sistem buka tutup irigasi.
Heri menambahkan, pembangunan irigasi merupakan salah satu upaya yang telah dilakukan oleh desa.
Khususnya dalam hal pemerataan distribusi irigasi. Sehingga aliran air dapat menjangkau seluruh lahan. Dengan demikian pemenuhan irigasi lebih terjamin dan hasil panen lebih unggul baik kualitas maupun kuantitas.
“Saluran irigasi bertahap kami bangun agar air menuju pertanian lebih merata. Kedepannya tidak perlu khawatir saat ada peningkatan debit air karena struktur bangunan irigasi sudah kokoh tidak mudah terkikis air,” tuturnya.
Jalan Tembus Permudah Akses
BANYAK pertimbangan yang dilakukan oleh pemdes untuk merealisasikan sebuah pembangunan.
Salah satu yang menjadi pertimbangan adalah manfaat yang diperoleh saat fisik bangunan sudah selesai dibangun.
Kepala Desa Maron Wetan Heri Sulistyono mengatakan. pertimbangan tersebut juga dilakukan oleh Pemdes Maron Wetan. Pembangunan desa juga masih menyasar pada pembangunan jalan poros desa yang memiliki banyak manfaat.
“Sebelumnya sudah kami petakan. Ada beberapa ruas jalan poros desa yang perlu ditingkatkan kualitasnya. Akan tetapi dalam realisasinya kami sesuaikan dengan anggaran yang dimiliki oleh desa,” katanya.
Pemdes saat ini telah merealisasikan pembangunan ruas jalan RT 5/RW 1, Dusun Krajan 1 menuju RT 11/RW 3, Dusun Paleran sepanjang 300 meter.
Ruas jalan ini sebelumnya berupa aspal. Namun karena termakan oleh cuaca dan waktu maka permukaan aspal menjadi mengelupas. Bahkan beberapa titik ruas jalan rusak dan berlubang sehingga perlu dilakukan peningkatan kualitas jalan.
“Kami lakukan pengaspalan lapisan penetrasi (lapen). Sebab sebelumnya sudah kami tinjau rupanya masih memungkinkan untuk dilakukan lapen,” bebernya.
Jalan poros sekaligus jalan tembus ini merupakan akses penting. Melalui jalan ini dapat dijangkau belasan hektare lahan pertanian milik warga.
Banyak warga yang melintasi jalan untuk ke sawah. Saat masuk masa panen, kendaraan roda dua kerap melintas untuk mengangkut hasil panen.
Selain itu jalan merupakan akses menuju jalan utama antar desa yang sering dilintasi oleh masyarakat. Serta akses menuju pemukiman padat penduduk yang dihuni oleh puluhan kepala keluarga.
Pentingnya ruas jalan ini mengharuskan pemerintah desa segera melakukan pembangunan. Dengan demikian kondisi jalan haruslah nyaman.
Nyamannya jalan untuk dilintasi memiliki dampak masif, mulai dari biaya operasional pertanian yang dapat ditekan dan mempermudah warga sekitar melakukan aktivitas sehari-hari.
“Pembangunan lapen sudah selesai dan saat ini sudah difungsikan oleh masyarakat. Mudah-mudahan banyak memberikan manfaat,” tandasnya. (ar/fun/*)
Editor : Abdul Wahid