Dinas Perikanan berupaya menggenjot produksi garam. Selama dua bulan produksi realisasi garam masih minim yakni 517,5 ton.
Kepala Bidang Perikanan Tangkap Dinas Perikanan Kabupaten Probolinggo Hari Pur Sulistiyono mengatakan,produksi garam masyarakat sampai saat ini masih bergantung musim.
Petambak garam hanya dapat memproduksi garam saat cuaca panas dan terik. Sementara saat musim hujan produksi masih belum bisa dilakukan.
“Produksi garam baru bisa dilakukan saat musim kemarau. Sebab petambak masih mengandalkan cuaca untuk memproses garam,” katanya Rabu (7/8).
Dinas Perikanan Kabupaten Probolinggo mencatat produksi garam telah dilakukan mulai bulan Mei berturut-turut sampai dengan saat ini.
Produksi garam pada bulan Mei tercatat 37,5 ton dan Juni 480 ton. Total produksi yang dihasilkan selama dua bulan sebanyak 517,5 ton.
Jumlah tersebut tergolong masih minim karena di 2024 produksi garam ditargetkan 14.190 ton.
Ratusan ton garam yang telah diproduksi tersebut berasal dari tambak yang tersebar di beberapa desa pada 4 kecamatan. Diantaranya Desa Randutatah, Kecamatan Paiton; Desa Asembagus, Patokan, Kalibuntu, Kebonagung, dan Sidopekso, Kecamatan Kraksaan; Desa Sukokerto dan Penambangan, Kecamatan Pajarakan; Desa Pajurangan, Pesisir dan Klaseman, Kecamatan Gending.
“Produksi garam mulai bulan mei. Trennya meningkat sebab kemarau semakin terasa. Untuk hasil produksi garam bulan juli masih kami data,” tandasnya. (ar/fun)
Editor : Abdul Wahid