KRAKSAAN, Radar Bromo - Pengerjaan pelebaran jalan Pantura Kecamatan Paiton - Dringu terus dikebut. Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Provinsi Jawa Timur-Bali tidak melakukan pelebaran jalan sepanjang dua kilometer.
Mulai dari batas Kota Probolinggo hingga ke timur. Sebab tidak masuk dalam rencana pengerjaan.
PPK wilayah 1.1 BBPJN Provinsi Jawa Timur-Bali Endi Aktoni mengatakan bahwa pengerjaan pelebaran jalan sampai selesai hanya menargetkan bentang panjang 21 kilometer.
Mulai dari Kecamatan Dringu, melintasi Kecamatan Gending, Pajarakan, Kraksaan dan Paiton. Dari rencana yang sudah ada tidak sampai pada batas Kota Probolinggo.
“Pengerjaan pelebaran jalan tidak sampai batas Kota Probolinggo. Jika dihitung dari arah barat sekitar dua kilometer. Setelah itu masuk rencana pengerjaan dan sudah kami laksanakan,” katanya.
Pihaknya menjelaskan, progres pelebaran jalan saat ini tinggal menyisakan overlay pada jalan yang sebelumnya telah dikeruk dan diaspal.
Jalan yang menjadi target pelebaran jalan sebelumnya hanya memiliki lebar 4 meter saat ini telah memiliki lebar rata-rata 7 meter.
Dengan fokus pelebaran pada ruas jalan sempit dan memiliki volume kendaraan yang melintas cukup tinggi.
Pelaksanaan overlay tidak dilakukan secara bergiliran tiap kecamatan. Tetapi kondisional menyesuaikan tingkat kepadatan arus lalu lintas.
Dengan demikian setiap titik ruas jalan yang aman dari kemacetan lebih dulu akan dilakukan overlay.
Maka sebelum petugas melakukan overlay, ruas jalan terlebih dahulu dilakukan patching.
Melakukan perbaikan kerusakan jalan pada lapisan perkerasan dengan menggunakan penutup aspal. Kerusakan yang diperbaiki melalui patching meliputi lubang dan jalan bergelombang.
Overlay dilaksanakan ruas jalan sudah benar-benar rata sehinggga kualitas aspal lebih bagus dan memiliki masa penggunaan yang lama.
“Ruas jalan yang belum masuk rencana pengerjaan jalan masih kami usulkan. Untuk saat ini kami upayakan selesai overlay dulu,” tandasnya. (ar/fun)
Editor : Abdul Wahid