Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Jalan Desa Sumbersuko-Dringu Makin Nyaman, Kesehatan Terjaga

Inneke Agustin • Rabu, 10 Juli 2024 | 13:55 WIB
JAMBANISASI: Kepala Desa Sumbersuko Rini Handayani mengunjungi salah satu penerima manfaat program jambanisasi di Dusun Krajan, Desa Sumbersuko.
JAMBANISASI: Kepala Desa Sumbersuko Rini Handayani mengunjungi salah satu penerima manfaat program jambanisasi di Dusun Krajan, Desa Sumbersuko.

PEMBANGUNAN infrastruktur terus dilakukan Pemerintah Desa Sumbersuko, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo. Tujuannya, meningkatkan kualitas hidup warganya. Tahun ini ada pavingisasi jalan hingga jambanisasi.

Pemerintah Desa Sumbersuko tahun ini membangun jalan paving sepanjang 98 meter dengan lebar jalan 4 meter di RT 17/RW 4, Dusun Sekolahan. Jalan ini menjadi penghubung antara Dusun Kalianyar dan Dusun Sekolahan.

Kepala Desa Sumbersuko Rini Handayani mengatakan, sebelumnya kondisi jalan rusak. Membuat akses lalu lintas kurang nyaman. “Mungkin karena awalnya tepian jalan tidak diplengseng, sehingga setiap tahun tergerus air. Akibatnya, ketika musim hujan air  bahkan hingga semeter di lokasi tersebut,” ujarnya.

KOMPAK: Kepala Desa Sumbersuko Rini Handayani (kerudung kuning) bersama para perangkat desa berfoto bersama di Kantor Desa Sumbersuko, Kecamatan Dringu, Selasa (9/7).
KOMPAK: Kepala Desa Sumbersuko Rini Handayani (kerudung kuning) bersama para perangkat desa berfoto bersama di Kantor Desa Sumbersuko, Kecamatan Dringu, Selasa (9/7).

Setelah dipaving, kata Rini, jalan bebas dari genangan air. Sebelum dipaving, jalan ini diuruk setinggi sekitar 60 sentimter hingga rata dengan jalan-jalan di sekitarnya. “Sehingga, tidak ada cekungan lagi dan air bisa mengalir normal,” jelasnya.

Selain pembangunan jalan, Pemerintah Desa Sumbersuko juga membangun jamban untuk warga. Tujuannya, untuk meningkatkan kualitas kesehatan dan sanitasi lingkungan.

Karena sanitasi yang buruk menjadi salah satu faktor utama penyebab terjadinya stunting. Dengan menyediakan jamban yang layak, pemerintah desa berharap kesehatan masyarakat makin baik.

“Program ini diharapkan dapat mengurangi insiden penyakit yang disebabkan sanitasi buruk. Harapan kami, juga dapat menjadi upaya efektif dalam memerangi stunting,” katanya.

Ia mengaku rutin melaksanakan program pembangunan tersebut. Setiap tahun ada 3 titik program jambanisasi yang dilaksanakan.

“Kami sebar di setiap dusun agar merata. Sementara, penerima manfaatnya dipilih dari masyarakat yang kurang mampu ataupun lansia yang belum memiliki jamban di rumah,” tuturnya.

Rini mengatakan, infrastruktur lain yang akan digarap tahun ini ada dua drainase. Masing-masing di RT 04/RW 01 Dusun Krajan dan RT 21/RW 06 Dusun Kalianyar. “Kondisinya ada yang sudah rusak, sehingga butuh perbaikan. Ada pula yang memang akan dibangun baru. Agar air dari rumah-rumah warga tidak mudah menggenang dan bisa mengalir dengan lancar,” harapnya. (gus/rud)

APBDES PEMERINTAH DESA SUMBERSUKO TAHUN ANGGARAN 2024
APBDES PEMERINTAH DESA SUMBERSUKO TAHUN ANGGARAN 2024

Perhatikan Kesejahteraan Petani

MAYORITAS warga Desa Sumbersuko, Kecamatan Dringu, bekerja sebagai petani. Karena itu, pemerintah desa terus berusaha menunjang kesejahteraan mereka dengan menyediakan infrastruktur pertanian yang layak.

SUMBER IRIGASI: Kepala Desa Sumbersuko Rini Handayani mengunjungi salah satu titik lokasi sumur bor bagi pertanian di Dusun Krajan, Desa Sumbersuko.
SUMBER IRIGASI: Kepala Desa Sumbersuko Rini Handayani mengunjungi salah satu titik lokasi sumur bor bagi pertanian di Dusun Krajan, Desa Sumbersuko.

Salah satunya memastikan pasokan air ke lahan pertanian lancar. Pemerintah desa pun membangun sumur bor. “Kami bangun tiga titik sumur bor tahun lalu. Satu di Dusun Kalianyar dan dua lainnya di Dusun Krajan,” ujar Bendahara Desa Sumbersuko Syahrul Romadhoni.

Kurangnya suplai air dapat menyebabkan hasil panen kurang maksimal hingga berpotensi gagal panen. Adanya sumur bor sangat membantu. Terutama kala kemarau.

“Sebelum ada sumur bor ini, dulu sering gagal panen karena suplai air yang tidak merata. Dengan adanya mesin bor ini, bisa memompa dan menyalurkan air secara merata, bahkan hingga sawah-sawah yang lokasinya mungkin jauh dari sumber air,” katanya. (gus/rud)

Editor : Ronald Fernando
#kecamatan dringu #transparansi desa #desa sumbersuko