PEMERINTAH Desa Sekarkare, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo, berkomitmen meningkatkan produtivitas pertanian. Karena itu, sejumlah infrastruktur penunjang pertanian terus dibangun.
Salah satu infrastruktur pertanian yang telah dibangun Pemerintah Desa Sekarkare, irigasi sepanjang 158 meter. Lokasinya membentang di Dusun Krajan dan Dusun Sekargadung. Tujuannya untuk memenuhi kebutuhan air ke sawah-sawah milik warga.
Sebelumnya, para petani sempat kesulitan mendapatkan suplai air yang cukup untuk lahan pertaniannya. Terutama ketika kemarau. Hingga tak jarang gagal panen.
“Dengan adanya sistem irigasi baru, suplai air lebih stabil dan merata. Harapan kami, ini dapat membantu masyarakat meningkatkan hasil panen serta produktivitas pertanian,” ujar Kepala Desa Sekarkare Senadi.
Tak hanya irigasi yang disediakan Pemdes Sekarkare. Senadi mengatakan, pihaknya juga membangun sejumlah sumur bor pada 2023. Salah satunya pompa bor sible yang menggunakan tenaga listrik.
Selain hemat tenaga dalam mengangkut bahan bakar ke lokasi, pompa bor sible juga dinilai lebih bisa mengalirkan air dengan debit yang besar. Tentunya hal tersebut dapat menghemat waktu para petani untuk mengairi sawahnya.
“Lebih efektif dan efisien. Tidak lagi menggunakan solar, kapan pun bisa digunakan. Aliran airnya juga lebih deras dan stabil dibandingkan pompa bor konvensional,” katanya.
Tahun ini, Pemdes Sekarkare tengah melakukan proses pembangunan embung air. Embung tersebut nantinya dimanfaatkan untuk menampung air dari sejumlah pompa yang beroperasi di Desa Sekarkare, termasuk pompa sible.
“Ukurannya 75 meter kali 23 meter dengan ketinggian kurang lebih 2,6 meter. Saat ini masih 40 persen pembangunannya. Rencana air dari hasil pengeboran seluruh pompa akan ditampung di sini. Sehingga pompa tidak perlu bekerja tiap hari,” katanya.
Menurut Senadi, ini akan lebih efektif dalam hal pemeliharan pompa. Terutama pompa sible. Selain itu, air dapat tersuplai lebih merata lagi ke seluruh lahan pertanian. “Air yang tertampung nanti dialirkan ke irigasi. Dari irigasi baru ke sawah-sawah sekitar,” tuturnya. (gus/rud)
Siapkan Ruang Serbaguna
TAK hanya fokus terhadap sistem pengairan sawah, Pemdes Sekarkare juga membangun infrastruktur penunjang lainnya untuk kepentingan masyarakat. Salah satunya pembangunan jalan sepanjang sekitar 200 meter di Dusun Krajan.
“Rencana akan kami lakukan perbaikan. Sebab, setiap tahun jalan tersebut makin menyempit akibat tidak adanya plengsengan, sehingga tanahnya mudah tergerus dan akhirnya menyempit,” ujar Bendahara Desa Sekarkare Abdul Kadir.
Saat ini, lebar jalan tersebut hanya sekitar 3 meter. Cukup menyulitkan petani ketika hendak membawa hasil panennya ke pasar. “Nantinya akan kami buat plengsengan dulu. Kemudian rencananya dilebarkan hingga 5 meter,” katanya.
Selain itu, Pemdes Sekarkare kini tengah membangun ruangan seluas 8 meter kali 8 meter di Kantor Desa Sekarkare. Ruangan tersebut nantinya akan dimanfaatkan sebagai aula serbaguna yang dapat dimanfaatkan sebagai pelayanan pada masyarakat.
“Bisa untuk ruang pertemuan atau kegiatan lainnya sebagai kantor pelayanan. Saat ini masih 60 persen pengerjaannya, kurang pemasangan kaca dan dirapikan saja,” kata Kadir.
Warga yang tinggal di rumah tidak layak huni juga diperhatikan. Rumahnya dibangun menjadi lebih layak ditempati. “Kondisi rumahnya saat itu memang layak mendapatkan bantuan. Sebab, kalau musim hujan bocor. Kini sudah jauh lebih baik. Ini sebagai upaya untuk melakukan pemerataan kesejahteraan penduduk juga,” terangnya. (gus/rud)
Editor : Ronald Fernando