KRAKSAAN, Radar Bromo-Unit Layanan Pelanggan (ULP) Perusahaan Listrik Negara (PLN) Kraksaan terus melakukan pemantauan jaringan listrik di wilayah kerjanya. Anomali cuaca masih terus diwaspadai sampai dengan pekan pertama Mei telah terjadi 28 gangguan jaringan listrik.
Manajer ULP PLN Kraksaan, Rechi Novriadi mengatakan bahwa ganguan jariangan listrik memang kerap terjadi saat hujan. Terlebih lagi saat hujan berdurasi cukup lama dan disertai angin kencang. Kondisi demikian membuat potensi terganggunya jaringan listrik menjadi lebih tinggi.
“Gangguan jaringan listrik tidak selalu terjadi. Hanya pada saat kondisi tertentu saja. Misalnya saat hujan disertai dengan angin kencang,” katanya.
Sampai dengan awal Meim setidaknya telah terjadi 28 gangguan jaringan listrik yang menyebabkan listrik padam.
Diantaranya adalah 26 gangguan listrik karena pohon tumbang. Gangguan listrik ini terjadi karena banyak jaringan listrik menuju pemukiman berdekatan dengan pohon.
Sementara jaringan listrik sendiri harus steril tidak boleh berdekatan dengan pohon.
Atau benda-benda lainnya yang dapat mengganggu jaringan listrik berjarak minimal tiga meter baik pada sisi atas, bawah, dan samping.
Gangguan listrik lainnya terjadi akibat jaringan listrik tersangkut dump truk di wilayah Gending.
Kabel yang tertarik oleh bak truk membuat 2 tiang listrik patah. Sehingga menyebabkan jaringan listrik sekitar menjadi padam termasuk lampu merah exit tol Gending.
“Mayotitas gangguan masih didominasi oleh pohon tumbang menimpa jaringan. Ada insiden lainnya yang menyebabkan jaringan listrik pada karena kendaraan truk. Segera kami tindaklanjuti agar listrik tidak padam lama,” bebernya. (ar/fun)
Editor : Ronald Fernando