Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Waluyo Jati Kabupaten Probolinggo terus meningkatkan fasilitas dan layanannya. Rumah sakit pelat merah ini juga berupaya mengenalkan layanan-layanan terbarunya. Termasuk membangun kepercayaan dan menjalin kerja sama dengan stakeholder.
SEBAGAI rumah sakit kelas B dan rumah sakit rujukan di Kabupaten Probolinggo, fasilitas dan layanan di RSUD Waluyo Jati semakin lengkap, modern, dan disesuaikan kebutuhan dan tuntutan zaman.
Untuk mengenalkan fasilitas dan layanannya, RSUD yang beralamat di Kelurahan Kandang Jati Kulon, Kecamatan Kraksaan, ini menggelar gathering, Kamis (2/5).
Dengan tema “Membangun Sinergi Untuk Meningkatkan Layanan Kesehatan Masyarakat,” Gathering Rujukan Bersama RSUD Waluyo Jati Kabupaten Probolinggo, mengundang para kepala puskesmas dan bidan koordinator dari 33 puskesmas dan rumah sakit swasta di Kabupaten Probolinggo. Juga, RSUD dan rumah sakit swasta di Kota Probolinggo, Situbondo, serta undangan lain.
Plt Direktur RSUD Waluyo Jati dr. Hariawan Dwi Tamtomo, M.MKes. mengatakan, RSUD Waluyo Jati diresmikan pada 1982.
Pada 25 Juni 2021 menjadi rumah sakit kelas B. Berdasarkan Surat Keputusan Kepala Dinas Penanaman Modal dan PTSP Provinsi Jawa Timur. Pada 24 Maret 2023, lulus akreditasi Paripurna.
“Untuk pengembangan layanan, di antaranya pelayanan jantung (Cath lab), pelayanan stroke, pelayanan UroNephro (Hemodialisa), pelayanan kanker (Mammografi), pelayanan trauma center, pengembangan Poli Eksekutif, pelayanan prehospital, pelayanan home care, dan pelayanan kesehatan jiwa,” ujarnya.
Kini, RSUD Waluyo Jati juga telah memiliki layanan computerized tomography (CT) Scan dan bedah saraf.
Serta, layanan intensive cardiac care unit (ICCU). Untuk peningkatan kapasitas, RSUD Waluyo Jati membangun gedung instalasi rehabilitasi medik baru dan ruang baru intensive care unit (ICU).
Pj Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo Heri Sulistyanto, S.Sos., M.Si. mengatakan, rumah sakit dan fasilitas kesehatan dituntut mampu menyesuaikan layanannya dengan tuntutan kebutuhan masyarakat dan kemajuan zaman. Karena itu, pihaknya bersama legislatif akan mengalokasikan anggaran bidang kesehatan yang selalu meningkat.
“Banyak sumber dana yang dapat digunakan. Mulai dari Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus (DAK), dan DBH Pajak Rokok. Upaya yang telah dilakukan bagian dari ikhtiar agar SDM (sumber daya manusia) kesehatan terpenuhi. Hal ini perlu dilakukan karena jumlah tenaga kesehatan yang masih belum sesuai dengan kebutuhan,” katanya.
Gathering Rujukan Bersama RSUD Waluyo Jati, ini juga diisi dengan pemberian materi dan diskusi. Di antaranya, materi tentang pelayanan IGD yang disampaikan dr. Fadhil Rasyid, Sp.An. dan tentang testimoni pelayanan rujukan RSUD Waluyo Jati yang disampaikan Kepala Puskesmas Gending dr. Pungki Ariyanti. (*)