Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Pemerintah Desa Jatisari Lirik Embung Jatisari Jadi Destinasi Wisata

Arif Mashudi • Selasa, 5 Maret 2024 | 14:18 WIB
POTENSI WISATA: Operator Desa Jatisari Choiril Anwar menunjukkan keindahan Embung Jatisari. Pemerintah desa berencana mengelolanya menjadi destinasi wisata.
POTENSI WISATA: Operator Desa Jatisari Choiril Anwar menunjukkan keindahan Embung Jatisari. Pemerintah desa berencana mengelolanya menjadi destinasi wisata.

Pemerintah Desa Jatisari, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Probolinggo, terus berusaha menggali potensi desanya untuk mendongkrak perekonomian warga. Salah satunya kini yang dicanangkan mengembangkan potensi destinasi wisata.

Di Desa Jatisari, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Probolinggo, terdapat aset pemerintah yang bisa dikembangkan menjadi destinasi wisata. Berupa embung. Meski hanya berupa bendungan, selama ini keberadaannya banyak dikunjungi warga.

Maklum, pemandangan alam di sekitar embung yang terletak di perbatasan Dusun Bering dan Dusun Krajan, ini cukup indah. Di sisi selatan embung pemandangan alam pegunungan terlihat jelas. Di sisi utara, ada lahan penuh rerumputan hijau yang nyaman sebagai tempat bersantai.

Keberadaan embung seluas sekitar 3 hektare milik Pemprov Jawa Timur ini pun menarik perhatian pemerintah desa. Mereka berinisiatif untuk mengelolanya dengan harapan makin banyak dikunjungi wisatawan.

Selama ini, akses menuju embung ini sudah bagus. Kendaran roda dua dan empat dapat melintasi jalan paving dengan mudah. Lokasi bendungan ini juga sangat strategis.

 

 

“Pemerintah desa ingin mengelola embung itu menjadi destinasi wisata. Kebetulan embung milik Pemprov Jatim di Desa Jatisari, kurang terawat. Kami berencana merawat dan mengelolanya,” ujar Kepala Desa Jatisari Siti Suryanti melalui Operator Desa Choiril Anwar.

Selama ini, kata Choiril, bendungan telah menarik perhatian warga. Banyak warga yang memilih bersantai di sekitar embung. Karena itu, pemerintah desa berencana mengelolanya menjadi tempat wisata.

“Kami sudah koordinasi dengan Pemprov dan mendapatkan izin. Bahkan, diminta mengajukan rencana pengembangan yang dibutuhkan,” terangnya.

Tahun ini, Choiril mengatakan, pemerintah desa berencana membangun sejumlah gazebo dan penerangan jalan umum tenaga surya di sekitar embung. Serta, akan melengkapinya dengan tempat usaha berupa kafe.

LEBIH BAIK: Salah satu jalan usaha tani di Desa Jatisari, semakin nyaman dilintasi setelah dibangun pada 2023.
LEBIH BAIK: Salah satu jalan usaha tani di Desa Jatisari, semakin nyaman dilintasi setelah dibangun pada 2023.

“Nanti rencana pengelolaannya akan dilakukan oleh BUMDes Jatisari Baru. Paling tidak jasa parkir dan usaha jualan bisa dikelola BUMDes. Dengan makin ramainya kunjungan ke embung desa, akan meningkatkan perekonomian warga sekitar,” katanya.

Program ketahanan pangan tak luput dari perhatian Pemerintah Desa Jatisari. Saban tahun dipastikan selalu ada anggaran untuk meningkatkan kesejahteraan warga. Tahun kemari, menggelontor anggaran untuk pengadaan mesin pertanian berupa handtraktor. Tahun ini, direncanakan pengadaan bantuan bibit jagung.

Tidak hanya peralatan dan bibit, pemerintah desa juga berusaha meningkatkan ketahanan pangan dengan menyediakan infrastruktur yang layak. Salah satunya berupa rencana pembangunan jembatan penghubung di Dusun Kuncian. Serta, pembangunan jalan usaha tani di Dusun Kuncian, Dusun Pering, dan Dusun Krajan. Jalan usaha tani itu akan dirabat beton.

Kepala Desa Jatisari Siti Suryanti melalui Operator Desa Choiril Anwar mengatakan, pemerintah desa selalu melibatkan masyarakat dalam pembangunan desa. seperti rencana program pembangunan diawali adanya rembuk bersama tokoh masyarakat, sehingga rencana pembangunan desa sesuai kebutuhan masyarakat.

 

 

“Seperti rencana pembangunan jembatan di Dusun Kuncian. Jembatan itu sangat dibutuhkan karena akses terputus. Jalan usaha tani sudah dibangun dan tahun ini dilanjutkan pembangunan jembatannya,” terangnya.

Terkait potensi pertanian, kata Choiril, dari enam dusun, ada empat dusun yang memiliki kulitas bagus. Yaitu, Dusun Pering, Krajan, Kedung Glagah, dan Dusun Kuncian.

Dengan bantuan bibit, para petani akan terbantu menekan biaya tanam. Karena bibit tidak harus beli. Tetapi, pengadaan bantuan bibit tetap terbatas. Bantuan bibit diprioritaskan untuk petani yang kurang mampu,” jelasnya.

SEGERA DIBANGUN: Akses antardusun di Dusun Kuncian, Desa Jatisari, terputus. Pemerintah Desa Jatisari berencana membangunnya tahun ini.
SEGERA DIBANGUN: Akses antardusun di Dusun Kuncian, Desa Jatisari, terputus. Pemerintah Desa Jatisari berencana membangunnya tahun ini.

Komitmen Pemerintah Desa Jatisari untuk memberikan pelayanan maksimal di bidang kesehatan tak perlu diragukan. Terutama terhadap penanganan kasus stunting. Salah satunya dengan mengaktifkan kegiatan posyandu.

Ketua Lembag Pembinaan Posyandu Desa Jatisari Siswati mengatakan, Desa Jatisari memiliki 6 posyandu dengan 25 kader posyandu. Masing-masing berada di setiap dusun. Para kader posyandu selama ini berkomitmen menekan angka stunting. Karena itu, kegiatan posyandu terus aktif.

 

 

“Alhamdulillah, untuk kasus stunting terus berhasil ditekan. Tahun 2022, ada hampir 50 kasus stunting dan gizi buruk. Tahun kemarin sudah berkurang, hanya sisa 30 kasus stunting,” katanya.

Senin (4/3), pelayanan posyandu digelar di Puskesmas Pembantu (Pustu) Jatisari. Sejumlah peserta mendapatkan pelayanan pemeriksaan kesehatan, penimbangan berat badan dan tumbuh kembang bayi dan balita. Ia mengaku terus berusaha mendorong masyarakat untuk berperan aktif, hadir dalam setiap kegiatan posyandu. Agar kesehatan bayi dan balita terus terjaga.

JAGA KESEHATAN: Sejumlah bocah mengikuti kegiatan Posyandu di Desa Jatisari.
JAGA KESEHATAN: Sejumlah bocah mengikuti kegiatan Posyandu di Desa Jatisari.

Menurutnya, bayi atau balita yang masuk daftar stunting, mendapatkan perhatian lebih. Salah satunya mendapakan bantuan makanan tambahan. Setiap harinya diantar ke masing-masing rumah.

“Pemeriksaan kesehatan terhadap ibu hamil, khususnya ibu hamil dengan risiko tinggi, jadi fokus juga. Supaya dapat mencegah terjadinya stunting, kematian ibu dan bayi,” jelas Siswati. (mas/rud)

 

RENCANA PEMBANGUNAN PEMERINTAH DESA JATISARI 2024

Editor : Ronald Fernando
#desa jatisari #Kuripan #transparansi desa