Pemerintah Desa Jatisari, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Probolinggo, terus berusaha menggali potensi desanya untuk mendongkrak perekonomian warga. Salah satunya kini yang dicanangkan mengembangkan potensi destinasi wisata.
Di Desa Jatisari, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Probolinggo, terdapat aset pemerintah yang bisa dikembangkan menjadi destinasi wisata. Berupa embung. Meski hanya berupa bendungan, selama ini keberadaannya banyak dikunjungi warga.
Maklum, pemandangan alam di sekitar embung yang terletak di perbatasan Dusun Bering dan Dusun Krajan, ini cukup indah. Di sisi selatan embung pemandangan alam pegunungan terlihat jelas. Di sisi utara, ada lahan penuh rerumputan hijau yang nyaman sebagai tempat bersantai.
Keberadaan embung seluas sekitar 3 hektare milik Pemprov Jawa Timur ini pun menarik perhatian pemerintah desa. Mereka berinisiatif untuk mengelolanya dengan harapan makin banyak dikunjungi wisatawan.
Selama ini, akses menuju embung ini sudah bagus. Kendaran roda dua dan empat dapat melintasi jalan paving dengan mudah. Lokasi bendungan ini juga sangat strategis.
“Pemerintah desa ingin mengelola embung itu menjadi destinasi wisata. Kebetulan embung milik Pemprov Jatim di Desa Jatisari, kurang terawat. Kami berencana merawat dan mengelolanya,” ujar Kepala Desa Jatisari Siti Suryanti melalui Operator Desa Choiril Anwar.
Selama ini, kata Choiril, bendungan telah menarik perhatian warga. Banyak warga yang memilih bersantai di sekitar embung. Karena itu, pemerintah desa berencana mengelolanya menjadi tempat wisata.
“Kami sudah koordinasi dengan Pemprov dan mendapatkan izin. Bahkan, diminta mengajukan rencana pengembangan yang dibutuhkan,” terangnya.
Tahun ini, Choiril mengatakan, pemerintah desa berencana membangun sejumlah gazebo dan penerangan jalan umum tenaga surya di sekitar embung. Serta, akan melengkapinya dengan tempat usaha berupa kafe.
“Nanti rencana pengelolaannya akan dilakukan oleh BUMDes Jatisari Baru. Paling tidak jasa parkir dan usaha jualan bisa dikelola BUMDes. Dengan makin ramainya kunjungan ke embung desa, akan meningkatkan perekonomian warga sekitar,” katanya.
Program ketahanan pangan tak luput dari perhatian Pemerintah Desa Jatisari. Saban tahun dipastikan selalu ada anggaran untuk meningkatkan kesejahteraan warga. Tahun kemari, menggelontor anggaran untuk pengadaan mesin pertanian berupa handtraktor. Tahun ini, direncanakan pengadaan bantuan bibit jagung.
Tidak hanya peralatan dan bibit, pemerintah desa juga berusaha meningkatkan ketahanan pangan dengan menyediakan infrastruktur yang layak. Salah satunya berupa rencana pembangunan jembatan penghubung di Dusun Kuncian. Serta, pembangunan jalan usaha tani di Dusun Kuncian, Dusun Pering, dan Dusun Krajan. Jalan usaha tani itu akan dirabat beton.
Kepala Desa Jatisari Siti Suryanti melalui Operator Desa Choiril Anwar mengatakan, pemerintah desa selalu melibatkan masyarakat dalam pembangunan desa. seperti rencana program pembangunan diawali adanya rembuk bersama tokoh masyarakat, sehingga rencana pembangunan desa sesuai kebutuhan masyarakat.
“Seperti rencana pembangunan jembatan di Dusun Kuncian. Jembatan itu sangat dibutuhkan karena akses terputus. Jalan usaha tani sudah dibangun dan tahun ini dilanjutkan pembangunan jembatannya,” terangnya.
Terkait potensi pertanian, kata Choiril, dari enam dusun, ada empat dusun yang memiliki kulitas bagus. Yaitu, Dusun Pering, Krajan, Kedung Glagah, dan Dusun Kuncian.
“Dengan bantuan bibit, para petani akan terbantu menekan biaya tanam. Karena bibit tidak harus beli. Tetapi, pengadaan bantuan bibit tetap terbatas. Bantuan bibit diprioritaskan untuk petani yang kurang mampu,” jelasnya.
Komitmen Pemerintah Desa Jatisari untuk memberikan pelayanan maksimal di bidang kesehatan tak perlu diragukan. Terutama terhadap penanganan kasus stunting. Salah satunya dengan mengaktifkan kegiatan posyandu.
Ketua Lembag Pembinaan Posyandu Desa Jatisari Siswati mengatakan, Desa Jatisari memiliki 6 posyandu dengan 25 kader posyandu. Masing-masing berada di setiap dusun. Para kader posyandu selama ini berkomitmen menekan angka stunting. Karena itu, kegiatan posyandu terus aktif.
“Alhamdulillah, untuk kasus stunting terus berhasil ditekan. Tahun 2022, ada hampir 50 kasus stunting dan gizi buruk. Tahun kemarin sudah berkurang, hanya sisa 30 kasus stunting,” katanya.
Senin (4/3), pelayanan posyandu digelar di Puskesmas Pembantu (Pustu) Jatisari. Sejumlah peserta mendapatkan pelayanan pemeriksaan kesehatan, penimbangan berat badan dan tumbuh kembang bayi dan balita. Ia mengaku terus berusaha mendorong masyarakat untuk berperan aktif, hadir dalam setiap kegiatan posyandu. Agar kesehatan bayi dan balita terus terjaga.
Menurutnya, bayi atau balita yang masuk daftar stunting, mendapatkan perhatian lebih. Salah satunya mendapakan bantuan makanan tambahan. Setiap harinya diantar ke masing-masing rumah.
“Pemeriksaan kesehatan terhadap ibu hamil, khususnya ibu hamil dengan risiko tinggi, jadi fokus juga. Supaya dapat mencegah terjadinya stunting, kematian ibu dan bayi,” jelas Siswati. (mas/rud)
RENCANA PEMBANGUNAN PEMERINTAH DESA JATISARI 2024
- Mengelola Embung Jatisari sebagai destinasi wisata. Di antaranya dengan membangun gazebo, pengadaan penerangan jalan umum, dan mendirikan kafe.
- Meningkatkan program ketahanan pangan melalui pengadaan bantuan bibit jagung.
- Menyediakan infrastruktur yang layak. Salah satunya berupa pembangunan jembatan penghubung di Dusun Kuncian. Serta, membangun jalan usaha tani di Dusun Kuncian, Dusun Pering, dan Dusun