Secara berkala, Pemerintah Desa Tlogoargo, Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo, terus berusaha memperbaiki infrastrukturnya. Tahun ini sasaran utama pembangunannya jalan poros desa.
KONDISI jalan nyaman dan aman menjadi kebutuhan utama sebagian besar masyarakat. Jalan bukan hanya sebagai infrastruktur penghubung antardusun dengan permukiman atau fasilitas lainnya. Tetapi, juga menjadi salah satu syarat pemerataan pembangunan karena wilayah dapat dijangkau dengan mudah.
Kepala Desa Tlogoargo Umar mengatakan, setiap tahun selalu berupaya meningkatkan kualitas jalan desa. Khususnya jalan yang memiliki banyak fungsi dan volume penggunanya tinggi.
“Kalau ditanya pembangunan yang paling diinginkan warga desa, pasti jawabannya jalan yang nyaman. Kami telah berkomitmen setiap tahun pembangunan jalan akan dilakukan,” katanya.
Tahun ini, setidaknya ada empat jalan yang akan dibangun. Tiga jalan akan rabat beton. Di antaranya, jalan sepanjang 100 meter di RT 12/RW 6, Dusun Darungan. Jalan ini merupakan akses menuju lahan perkebunan.
Selanjutnya, jalan sepanjang 100 meter di RT 5/RW 3, Dusun Kemirian. Juga merupakan akses menuju lahan perkebunan. Setidaknya, terdapat 7 hektare lahan perkebunan durian, manggis, dan kopi bisa dijangkau melalui jalan ini. Kini, kondisinya masih berupa tanah yang dipastikan licin ketika hujan.
Kemudian, jalan sepanjang 150 meter di RT 10/RW 5, Dusun Sengonan. Jalan poros desa ini memiliki banyak fungsi. Mulai dari akses menuju permukiman sampai menuju perkebunan.
“Tiga ruas jalan akan kami beton agar kokoh. Ini sudah masuk perencanaan tinggal merealisasikan saja,” bebernya.
Sementara, jalan lain yang telah dibangun membentang antara RT 1/RW 1, Dusun Krajan sampai RT 17/RW 9, Dusun Togur. Jalan sepanjang 560 meter ini telah rampung diaspal.
Melalui jalan ini, bisa dijangkau sejumlah fasilitas publik. Di antaranya, sekolah dan kantor desa serta menjadi penghubung antara Desa Tlogoargo dengan Desa Andungsari. “Pengaspalan sudah selesai dilakukan kemarin (Selasa). Saat ini sudah nyaman dilintasi,” ujar Umar.
Kebutuhan air bersih menjadi perhatian serius Pemerintah Desa Tlogoargo. Karena itu, pipanisasi air bersih menjadi pilihan utama dalam pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat desa. Pipanisasi air secara berkelanjutan menjadi program berkelanjutan pemerintah desa.
“Pemerintah desa memperhatikan air bersih yang ada di tengah-tengah lingkungan masyarakat. Ada beberapa dusun yang belum terjangkau air bersih. Maka kami lakukan pipanisasi,” ujar Kepala Desa Tlogoargo Umar.
Tahun ini pemerintah desa berencana melakukan pipanisasi air bersih sepanjang 2,3 kilometer di Dusun Segaran. Selama ini, ketersediaan air bersih di dusun ini masih terbatas. Bahkan, ada beberapa kepala keluarga (KK) yang belum menikmati air bersih.
Selain itu, Dusun Segaran juga memiliki penduduk yang cukup banyak. Terdapat 116 kepala keluarga. Karena itu, kebutuhan air bersihnya harus terpenuhi. “Air bersih sangat penting untuk konsumsi dan kebutuhan sehari-hari. Kami permudah pemenuhannya dengan pipanisasi,” bebernya.
Umar menjelaskan, tahun sebelumnya pemerintah desa telah merealisasikan pipanisasi di empat dusun. Di antaranya, sepanjang 250 meter di Dusun Kemirian, sepanjang 1,7 kilometer di Dusun Togur, sepanjang 400 meter di Dusun Sengonan, dan sepanjang 150 meter di Dusun Krajan.
Semua wilayah yang dibangun pipanisasi menggunakan sumber air gravitasi. Air mengalir langsung dari sumbernya menuju permukiman warga. “Kami targetkan lima dusun untuk pemenuhan air bersih. Saat ini, empat dusun sudah terealisasi dan tersisa satu dusun yang segera kami realisasikan,” kata Umar. (ar/rud)
RENCANA PEMBANGUNAN DESA TLOGOARGO TAHUN 2024
- Mengaspal jalan sepanjang 560 meter di RT 1/RW 1, Dusun Krajan sampai RT 17/RW 9, Dusun Togur.
- Merabat beton jalan sepanjang 100 meter di RT 12/RW 6, Dusun Darungan.
- Merabat beton jalan sepanjang 100 meter di RT 5/RW 3, Dusun Kemirian.
- Merabat beton jalan sepanjang 150 meter di RT 10/RW 5, Dusun Sengonan.
- Pipanisasi air bersih sepanjang 2,3 kilometer di Dusun Segaran.