KRAKSAAN, Radar Bromo - Unit Layanan Pelanggan (ULP) Perusahaan Listrik Negara (PLN) Kraksaan sampai saat ini masih terus memetakan wilayah potensi tiang padam.
Sejauh ini sudah ada 12 desa yang pernah terjadi insiden tiang roboh.
Manajer ULP PLN Kraksaan Rechi Novriadi mengatakan bahwa potensi gangguan listrik memang dapat terjadi.
Terlebih lagi saat ini masih sering anomali cuaca dan hujan deras disertai angin kencang.
Kondisi demikian membuat jaringan yang berdekatan dengan pohon atau ranting mudah terganggu.
“Selama masih musim hujan tentunya potensi padam bisa terjadi. Apalagi jaringan atau tiang listrik berdekatan dengan pohon,” katanya.
Sejauh ini ULP PLN telah menerima dan menangani 12 laporan tiang roboh. Dengan wilayah menyebar di beberapa lokasi.
Tak terkecuali jaringan listrik menuju permukiman yang banyak ditemukan berdekatan dengan pohon.
Sementara jaringan listrik sendiri harus steril, terbebas dari gangguan apapun berjarak minimal tiga meter. Baik atas, bawah, dan samping.
Sehingga pihaknya mengimbau agar menanam pohon agak jauh dari jaringan listrik. Sehingga jaringan listrik bsa aman ketika terjadi pohon roboh.
“Ada satu tambahan insiden tiang roboh di Desa Rawan. Memang tiang roboh tetapi tidak sampai padam. Kalau ada laporan pasti kami tindak lanjuti,” pungkasnya. (ar/fun)
Editor : Abdul Wahid