KRAKSAAN, Radar Bromo - Harga beras di Kabupaten Probolinggo seakan tak terkontrol. Sejak Oktober 2023, harganya terus meroket.
Naiknya harga beras ini disebut-sebut berkaitan dengan berjalannya musim tanam padi.
Pejabat Fungsional Penjamin Mutu Produk Muda DKUPP Kabupaten Probolinggo Ridwan mengatakan, di pasaran harga beras beragam.
Per hari Selasa (6/2), beras premium mencapai Rp 14.250 sampai Rp 16.500 per kilogram. Sementara, beras medium Rp 12.731 sampai Rp 14.000 per kilogram.
Pada Oktober 2023, harga beras premium Rp 13.951 per kilogram dan beras medium Rp 12.166 per kilogram.
“Untuk harga rata-rata beras premium Rp 14.250 per kilogram. Kemudian, beras medium Rp 12.731 per kilogram,” katanya.
Ridwan mengatakan, naiknya harga beras ini dikarenakan saat ini Probolinggo sedang masuk masa tanam padi. Karena pasokan padi masih minim, membuat harga beras melonjak. “Untuk momen Imlek sendiri tidak cukup berpengaruh.
Yang sangat berpengaruh karena saat ini masih masuk masa tanam,” katanya.
Hal ini juga dipengaruhi stok beras di Kabupaten Probolinggo mulai menipis. Namun, Ridwan tak menyebutkan angka pasti berapa sisa stok beras yang di Kabupaten Probolinggo.
Tetapi, di stok gabah di resi gudang Kabupaten Probolinggo, sekitar 100 ton. “Stoknya juga menipis karena belum masuk masa panen,” katanya.
Menurutnya, harga ini akan bergerak seiring kondisi pertanian di Kabupaten Probolinggo. Saat panen raya, harganya akan menurun.
“Maret-April diprediksi panen raya, sehingga harga akan bergerak menurun. Sebab, stok akan kembali terisi dan memengaruhi harga,” katanya. (mu/rud)
Editor : Abdul Wahid