KRAKSAAN, Radar Bromo- Sejumlah peternak di Kabupaten Probolinggo kembali resah. Penyakit kulit benjol atau yang biasa disebut lato-lato yang menimpa ternak, utamanya sapi, kembali muncul.
“Para peternak resah. Informasinya, penyakit lato-lato sudah ada lagi,” ujar salah seorang pedagang sapi asal Kecamatan Besuk, Abdullah, Selasa (30/1).
Munculnya penyakit kulit berbenjol atau lumpy skin disease (LSD) ini perlu mendapatkan perhatian. Sebab, dapat menular ke ternak lainnya.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Pertanian Kabupaten Probolinggo Nikolas Nuryulianto mengatakan, jika tidak tertangani, lato-lato atau kulit berbenjol akan mudah meletus. Jika meletus akan mudah dihinggapi lalat. Lalat inilah yang kemudian dapat menyebarkan ke ternak lain.
“Kalau tidak tertangani, sapinya bisa kurus. Bahkan, kalau parah bisa mati,” ujarnya.
Menurutnya, di lapangan hanya beberapa warga yang berani melaporkan jika ternaknya terkena penyakit lato-lato. Beberapa lainnya memilih diam. “Ada yang takut untuk laporan karena takut divaksin sapinya,” ujarnya.
Ketakutan warga ini tidak terlepas dari adanya hoaks yang beredar di masyarakat. Hoaks itu berkaitan dengan adanya ternak yang kemudian sakit setelah divaksin. “Makanya kami terus lakukan komunikasi, informasi, dan edukasi kepada para peternak. Agar tidak takut sapinya divaksin,” ujarnya.
Niko juga menyebutkan, sebagai langkah awal melakukan pencegahan terhadap penyakit ini, para peternak bisa memulai dengan menjaga kebersihan kandang. “Kebersihan kandang harus dijaga. Termasuk yang juga penting adalah sanitasi kandang,” ujarnya. (mu/rud)
Editor : Ronald Fernando