Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Terdakwa Kebakaran Taman Gunung Bromo Mengaku Biasa Gunakan Flare saat Foto Prewed

Achmad Arianto • Rabu, 10 Januari 2024 | 20:45 WIB
DIADILI: Andrie Wibowo Eka Wardhana diadili di Pengadilan Negeri Kraksaan, Selasa (9/1).
DIADILI: Andrie Wibowo Eka Wardhana diadili di Pengadilan Negeri Kraksaan, Selasa (9/1).

KRAKSAAN, Radar Bromo - Andrie Wibowo Eka Wardhana kembali diadili di Pengadilan Negeri (PN) Kraksaan.

Selasa (9/1), di hadapan majelis hakim, terdakwa kasus kebakaran kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), ini mengaku sudah biasa melakukan pemotretan menggunakan flare.

Pernyataan ini disampaikan dalam persidangan beragenda pemeriksaan terdakwa. Ia mengaku sejatinya bukan wedding organizer (WO), melainkan fotografer biasa. Serta, sudah menggeluti profesi ini selama 10 tahun.

Ia mengaku tidak menyadari jika sumber api dari asap warna-warni atau flare yang dibawa. Dari posisi pengambilan foto pascaletupan, tidak terlihat titik api.

Baru beberapa detik kemudian ada asap dan api. Karena lingkungan sekitar kering dan angin cukup kencang, api merambat dengan cepat.

“Setelah meletup, api muncul seiktar 15 detik kemudian. Saat itu, kru ada yang mengetahui dan segera mengambil air di mobil. Sementara, saya karena ada banyak barang yang dibawa, terlebih dahulu merapikan alat dan properti. Kemudian, turut melakukan upaya pemadaman. Namun, tidak berhasil dan membesar,” jelasnya.

Terdakwa mengaku sudah tiga kali melakukan pemotretan di wilayah TNBTS. Setiap akan melakukan pemotretan, tidak pernah meninjau lebih dulu lokasi.

Sudah paham dengan wilayah setempat. Ia mengatakan, properti dan flare yang saat itu dibawa sudah standar dan aman untuk digunakan.

“Kalau asap warna-warni atau flare saya sudah beberapa kali menggunakan. Dan itu aman. Baru saat pemotretan di TNBTS itulah asap warna-warni tidak seperti biasanya. Meletup dan menjadi pemicu kebakaran,” jelasnya.

Meski mengaku sering mengunakan flare, namun di kawasan TNBTS baru sekali. Yakni, Rabu, 6 September 2023, ketika melakukan pemotretan prapernikahan.

Dampaknya, letupan flare membuat kawasan TNBTS terbakar. Api kali pertama muncul dari kawasan bukit Blok Sabana Lembah Watangan/Bukit Teletubbies di Sabana Kaldera Tengger.

Usai persidangan kemarin, majelis hakim menundanya pekan depan. Agendanya, pembacaan tuntutan dari JPU. (ar/rud)

Editor : Jawanto Arifin
#foto prewed #kebakaran bromo #flare #tnbts