KRAKSAAN, Radar Bromo – Hutan Kota Kraksaan (Hutaka) Desa di Desa Kebonagung, Kecamatan Kraksaan baru dibuka beberapa pekan lalu.
Fungsi dan manfaatnya masih terus dievaluasi karena ke depan pemkab akan menggandeng CSR untuk melengkapi fasilitasnya secara bertahap.
Kepala Bidang Tata Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Probolinggo Suryana Nuring Perbawani mengatakan bahwa hutaka menjadi salah satu wisata alternatif.
Hutaka tak hanya semata-mata menjadi paru-paru kota. Keberadaan hutan dalam jangka panjang akan menjadi sebuah ekowisata dan eduwisata.
“Sebelumnya hutaka hanya sebuah ruang terbuka hijau. Belum ada pelengkap lain. Namun bertahap dirapikan dan kembali ditata ulang. Sehingga saat ini lebih layak untuk dibuka untuk umum,” katanya.
Nuring mengatakan bahwa fasilitas yang ada saat ini masih minim.
Fasilitas yang ada meliputi 10 stand kuliner, wall climbing mini, permainan anak, dan 4 unit toilet.
Sementara masih tersedia beberapa lahan kosong yang dapat dimanfaatkan untuk melengkapi fasilitas. Saat ini juga masih perlu ada penataan parkir didalam hutaka.
Selain itu ada beberapa hal yang juga perlu diperhatikan. Hutaka yang bertahap mengalami lonjakan kunjungan juga perlu diimbangi dengan keamanan. Karena ituh penjagaan perlu dilakukan dengan baik.
Banyaknya kunjungan juga berpotensi terjadi penumpukan sampah di hutaka.
Dengan demikian perlu penyediaan tempat sampah yang cukup agar hutakan senantiasa terjaga kebersihannya.
“Sebenarnya masih bisa dimaksimalkan. Sebab ada beberapa lahan kosong yang belum difungsikan,” katanya.
“Fasilitas permainan dan pelengkap lain juga bisa ditambah. Karena itulah kami menggandeng komunitas dan CSR,” tuturnya. (ar/fun)
Editor : Ronald Fernando